Pages

Tuesday, February 08, 2011

.:: IBU ::..

Ketika ibu saya berkunjung, ibu mengajak saya untuk shopping bersamanya kerana dia menginginkan sepasang kurung yg baru. Saya sebenarnya tidak
suka pergi membeli belah bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang> yang sabar, tetapi walaupun demikian kami pergi juga ke pusat membeli
belah tersebut.Kami mengunjungi setiap butik yang menyediakan pakaian wanita, dan ibu saya mencuba sehelai demi sehelai pakaian dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai penat dan kelihatan jelas riak2 kecewa di wajah ibu.Akhirnya pada butik terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencuba satu baju kurung yang cantik.Dan kerna ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam fitting room, saya melihat bagaimana ibu mencuba pakaian tersebut, dan dengan susah
mencuba untuk mengenakannya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya diganti kan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan cuba
menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sedari. Setelah saya mendapatkan
ketenangan lagi, saya kembali masuk ke fitting room untuk membantu ibu mengenakan pakaiannya.
Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya. Shopping kami telah berakhir,tetapi kejadian
> tersebut terukir dan tidak dapat kulupakan dari ingatan . Sepanjang sisa
> hari itu, fikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam
> fitting room tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha
> mengenakan pakaiannya. Kedua tangan yang penuh dengan
> kasih, yang pernah menyuapi, memandikan saya, memakaikan baju, membelai
dan
> memeluk saya,
> dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah
> menyentuh hati saya
> dengan cara yang paling berbekas dalam hati saya. Kemudian pada malam
> harinya saya pergi
> ke kamar ibu saya mengambil tangannya, lantas menciumnya ... dan yang
> membuatnya terkejut,
> saya memberitahunya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan
> yang paling indah
> di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat
> melihat dengan
> sejelasnya, betapa bernilai dan berrharganya kasih sayang yang penuh
> pengorbanan dari
> seorang ibu.
> Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya
> akan memiliki
> keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala
> ciptaan Tuhan yang
> begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan
> Ibu...
> With Love to All Mother
> " JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR
> SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA".
>
>
Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik
> untuknya...........

--------------------
Di ambil daripada emel yg dikirimkan oleh seorang teman

Abu Thalhah Al-Anshary

Abu Thalhah Al-Anshary

Zaid bin Sahal an-Najjary alias Abu Thalhah mengetahui bahwa perempuan bernama Rumaisha' binti Milhan an-Najjariyah, alias Ummu Sulaim, hidup menjanda sejak suaminya meninggal. Abu Thalhah sangat gembira mengetahui Ummu Sulaim merupakan perempuan baik-baik, cerdas, dan memiliki sifat-sifat perempuan yang sempurna.

Abu Thalhah bertekad hendak melamar Ummu Sulaim segera, sebelum laki-laki lain mendahuluinya. Karena, Abu Thalhah tahu, banyak laki-laki lain yang menginginkan Ummu Sulaim menjadi istrinya. Namun begitu, Abu Thalhah percaya tidak seorang pun laki-laki lain yang akan berkenan di hati Ummu Sulaim selain Abu Thalhah sendiri. Abu Thalhah laki-laki sempurna, menduduki status sosial tinggi, dan kaya raya. Di samping itu, dia terkenal sebagai penunggang kuda yang cekatan di kalangan Bani Najjar, dan pemanah jitu dari Yatsrib yang harus diperhitungkan.

Abu Thalhah pergi ke rumah Ummu Sulaim. Dalam perjalan ia ingat, Ummu Sulaim pernah mendengar dakwah seorang dai yang datang dari Mekah, Mushab bin Umair. Lalu, Ummu Sulaim beriman dengan Muhammad dan menganut agama Islam. Tetapi, stelah berpikir demikian, dia berkata kepda dirinya, "Hal ini tidak menjadi halangan. Bukankah suaminya yang meninggal menganut agama nenek moyangnya? Bahkan, suaminya itu menentang Muhammad dan dakwahnya.

Abu Thalhah tiba di rumah Ummu Sulaim. Dia minta izin untuk masuk, maka diizinkan oleh Ummu Sulaim. Putra Ummu Sulaim, Anas, hadir dalam pertemuan mereka itu. Abu Thalhah menyampaikan maksud kedatangannya, yaitu hendak melamar Ummu Sulaim menjadi istrinya. Ternyata Ummu Sulaim menolak lamaran Abu Thalhah.

Kata Ummu Sulaim, "Sesungguhnya laki-laki seperti Anda, wahai Abu Thalhah, tidak pantas saya tolak lamarannya. Tetapi aku tidak akan kawin dengan Anda, karena Anda kafir."

Abu Thalhah mengira Ummu Sulaim hanya sekedar mencari-cari alasan. Mungkin di hati Ummu Sulaim telah berkenan laki-laki lain yang lebih kaya dan lebih mulia daripadanya.

Kata Abu Thalhah , "Demi Allah! Apakah yang sesungguhnya yang menghalangi engkau untuk menerima lamaranku, hai Ummu Sulaim?"

Jawab Ummu Sulaim, "Tidak ada, selain itu."

Tanya Abu Thalhah, "Apakah yang kuning ataukah yang putih ...? Emas atau perak?"

Ummu Sulaim balik bertanya, "Emas atau perak ...?"

"Ya, emas atau perak?" jawab Abu Thalhah menegaskan.

Kata Ummu Sulaim, "Kusaksikan kepada Anda, hai Abu Talhah, kusaksikan kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela Anda menjadi suamiku tanpa emas dan perak, cukuplah emas itu menjadi mahar bagiku."

Mendengar ucapan dari Ummu Sulaim tersebut, Abu Thalhah teringat akan patung sembahannya yang terbuat dari kayu bagus dan mahal. Patung itu khusus dibuatnya untuk pribadinya, seperti kebiasaan bangsawan-bangsawan kaumnya, Bani Najjar.

Ummu Sulaim telah bertekad hendak menempa besi itu selagi masih panas (mengislamkan Abu Talhah). Sementara Abu Thalhah terbengong-bengong melihat berhala sesembahannya, Ummu Sulaim melanjutkan bicaranya, "Tidak tahukah Anda, wahai Abu Thalhah, patung yang Anda sembah itu terbuat dari kayu yang tumbuh di bumi?" Tanya Ummu Sulaim.

"Ya, Betul!" jawab Abu Thalhah.

"Apakah Anda tidak malu menyembah sepotong kayu menjadi Tuhan, sementara potongannya yang lain Anda jadikan kayu api untuk memasak? Jika Anda masuk Islam, hai Abu Thalhah, aku rela engkau menjadi suamiku. Aku tidak akan meminta mahar darimu selain itu," kata Ummu Sulaim.

"Siapakah yang harus mengislamkanku?" Tanya Abu Thalhah.

"Aku bisa," jawab Ummu Sulaim.

"Bagaimana caranya?" tanya Abu Thalhah.

"Tidak sulit. Ucapkan saja kalimat syahadah! Saksikan tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad Rasulullah. Sesudah itu pulang ke rumahmu, hancurkan berhala sembahanmu, lalu buang!" kata Ummu Sulaim menjelaskan.

Abu Thalhah tampak gembira. Lalu, dia mengucapkan dua kalimat syahadah. Sesudah itu Abu Thalhah menikah dengan Ummu Sulaim. Mendengar kabar Abu Thalhah menikah dengan Ummu Sulaim dengan maharnya Islam, maka kaum muslimin berkata, "Belum pernah kami mendengar mahar kawin yang lebih mahal daripada mahar kawin Ummu Sulaim. Maharnya ialah masuk Islam.

Sejak hari itu Abu Thalhah berada di bawah naungan bendera Islam. Segala daya yang ada padanya dikorbankan untuk berkhidmat kepada Islam.

Abu Thalhah dan istrinya, Ummu Sulaim, termasuk kelompok tujuh puluh yang bersumpah setia (baiat) dengan Rasulullah di Aqabah. Abu Thalhah ditunjuk Rasulullah menjadi kepala salah satu regu dari dua belas regu yang dibentuk malam itu atas perintah Rasulullah saw. untuk mengislamkan Yatsrib.

Dia ikut berperang bersama Rasulullah saw. dalam setiap peperangan yang dipimpin beliau. Dalam peperangan itu, tidak urung pula Abu Thalhah mendapatkan cobaan-cobaan yang mulia. Tetapi, cobaan yang paling besar diderita Abu Thalhah ialah ketika berperang bersama Rasulullah dalam Perang Uhud. Dengarkanlah kisahnya!

Abu Thalhah mencintai Rasulullah saw. sepenuh hati, sehingga perasaan cintanya itu mengalir ke segenap pembuluh darahnya. Dia tidak pernah merasa jemu melihat wajah yang mulia itu, dan tidak pernah merasa bosan mendengar hadis-hadis beliau yang selalu terasa manis baginya. Apabila Rasulullah saw. berdua saja dengannya, dia bersimpuh di hadapan beliau sambil berkata, "Inilah dariku, kujadikan tebusan bagi diri Anda dan wajahku pengganti wajah Anda."

Ketika terjadi Perang Uhud, barisan kaum muslimin terpecah-belah. Mereka lari kocar-kacir dari samping Rasulullah saw. Oleh karena itu, kaum muslimin sempat menerobos pertahanan mereka sampai ke dekat beliau. Musuh berhasil menciderai beliau, mematahkan gigi, melukai dahi, dan bibir beliau, sehingga darah mengalir membasahi mukanya. Lalu kaum musyrikin menyiarkan isu Rasulullah saw. telah wafat.

Mendengar teriakan Rasulullah saw. itu, kaum muslimin menjadi kecut, lalu lari porak-poranda memberikan punggung mereka kepada musuh-musuh Allah. Hanya beberapa orang saja tentar muslimin yang tinggal mengawal dan melindungi Rasulullah. Di antara mereka adalah Abu Thalhah yang berdiri paling depan.

Abu Thalhah berada di hadapan Rasulullah bagaikan sebuah bukit berdiri dengan kokohnya melindungi beliau. Rasulullah berdiri di belakangnya, terlindung dari panah dan lembing musuh oleh tubuh Abu Thalhah. Abu Thalhah menarik tali panahnya, kemudian melepaskan tali anak panah tepat mengenai sasaran tanpa pernah gagal. Dia memanah musuh satu demi satu. Tiba-tiba Rasulullah saw. mendongakkan kepala melihat siapa sasaran panah Abu Thalhah.

Abu Thalhah mundur menghampiri beliau, karena khawatir beliau terkena panah musuh. "Demi Allah, janganlah Rasulullah saw. mendongakkan kepala melihat mereka, nanti terkena panah mereka. Biarkan leher dan dadaku sejajar dengan leher dan dada Rasulullah saw. Jadikan aku menjadi perisai Anda," ujarnya mantap.

Seorang prajurit muslim tiba-tiba lari ke dekat Rasulullah saw. sambil membawa kantong anak panah. Rasulullah memanggil prajurit itu. Kata beliau, "Berikan anak panahmu kepada Abu Thalhah. Jangan dibawa lari!" Abu Thalhah senantiasa melindungi Rasulullah saw. sehingga tiga batang busur panah patah olehnya, dan sejumlah prajurit musyrikin tewas dipanahnya.

Allah menyelamatkan dan memelihara Nabi-Nya yang selalu berada dibawah pengawasan-Nya sampai pertemuan usai.

Abu Thalhah sangat pemurah dengan nyawanya berperang fisabilillah, namun lebih pemurah lagi mengorbankan hartanya untuk agama Allah. Abu Thalhah mempunyai sebidang kebun kurma dan anggur yang amat luas. Tidak ada kebun di Yatsrib seluas dan sebagus kebun Abu Thalhah. Pohon-pohonnya rimbun, buah-buahnya subur, dan airnya manis.

Pada suatu hari ketika Abu Thalhah salat di bawah naungan sebatang nan rindang, pikirannya terganggu oleh siulan burung berwarna hijau, berparuh merah, dan kedua kaikinya indah berwarna. Burung itu melompat dari dahan ke dahan dengan suka citanya, bersiul-siul dan menari-nari. Abu Thalhah kagum melihat burung itu. Dia membaca tasbih, tetapi pikirannya tidak lepas dari burung itu.

Ketika menyadari bahwa ia sedang salat, dia lupa sudah berapa rakaat salatnya. Dua atau tiga rakaatkah dia tak ingat. Selesai salat dia pergi menemui Rasulullah saw. dan menceritakan kepada beliau peristiwa yang baru dialaminya dalam salatnya. Diceritakannya pula kepada beliau pohon-pohon nan rindang dan burung yang bersiul sambil menari-nari ketika dia sedang salat.

Kemudian katanya, "Saksikan wahai Rasulullah! Kebun itu aku sedekahkan kepada Allah dan Rasul-Nya. Pergunakanlah sesuai kehendak Allah dan Rasul-Nya."

Abu Thalhah sering berpuasa dan berperang sepanjang hidupnya. Bahkan, dia meninggal ketika sedang berpuasa dan berperang fisabilillah.

Pada zaman khalifah Utsman bin Affan, kaum muslimin bertekad hendak berperang di lautan. Abu Thalhah bersiap-siap untuk turut dalam peperangan itu bersama-sama dengan tentara muslimin.

Kata anak-anaknya, "Wahai Bapak kami!" Bapak sudah tua. Bapak sudah turut berperang bersama-sama Rasulullah saw., Abu Bakar, dan Umar bin Khattab. Kini Bapak harus beristirahat. Biarlah kami berperang untuk Bapak."

Jawab Abu Thalhah, "Bukankah Allah Azza wa Jalla telah berfirman, yang artinya, 'Berangkatlah kamu dalam keadaan senang dan susah, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu menyadari.' (At-Taubah: 41). Firman Allah itu memerintahkan kita semua, baik tua maupun muda. Allah tidak membatasi usia kita untuk berperang."

Abu Thalhah menolak permintaan anak-anaknya untuk tinggal di rumah, dan bersikeras untuk ikut berperang.

Ketika Abu Talhah yang sudah lanjut usia itu berada di atas kapal bersama-sama dengan tentara muslimin di tengah lautan, dia jatuh sakit, lalu meninggal di kapal. Kaum muslimin melihat-lihat daratan, mencari tempat memakamkan Abu Thalhah. Tetapi, enam hari setelah wafatnya, barulah mereka bertemu dengan daratan. Selama itu jenazah Abu Thalhah disemayamkan di tengah-tengah mereka di atas kapal tanpa berubah sedikit pun jua. Bahkan, dia layaknya seperti orang yang tidur nyenyak saja. Di mana beliau dimakamkan?

Di tengah lautan luas
Jauh famili dan kampung halaman
Jauh handai beserta tolan
Abu Thalhah dimakamkan, biarlah jauh dari mereka, asalkan dekat kepada Allah, ia tak akan celaka.

Sumber: Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah, Abdurrahman Ra'fat Basya

Saturday, July 03, 2010

.:: Kerja Org Cerdik ::.

video
Entah mengapa org putih suka buat kerja yg pelik2.Kita yg kat timur pun banyak terikut dah.

Monday, June 28, 2010

.:: Antara Sabar dan Mengeluh ::.


Antara Sabar dan mengeluh

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.

"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain karena wanita itu pasti disebabkan tidak pernah risau dan bersedih hati."

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apa katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati karena risau, dan orang pun menyekutui aku dalam hal ini."

Abu Hassan bertanya, " hal apakah yang merisaukanmu ?"

Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada saat itu dua orang anakku yang sudah bisa bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, maukah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"

Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"

Lalu disuruh adiknya berbaring dan disembelihnya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah mengalir keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu hingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melepuh kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah kawin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pingsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."


Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?"

Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh islam dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan cobaan dari Allah. Karena itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,: " Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."








Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Karena itu Rasulullah s.a.w bersabda,: " Tiga macam dari tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."

Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya utk pakaian dari uap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)

Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.

Friday, June 25, 2010

.:: Dimanakah Golongan Itu? ::.


Sekadar coretan ringkas utk hari ini.Teringat pada kata2 As-Syahid Hassan AL-Banna di dalam bukunya 'HIMPUNAN RISALAH',beliau ada menyatakan bahawa ramai golongan yg suka bercakap banyak tetapi apabila diminta utk buat kerja tidak ramai.Beliau amat mendambakan suatu golongan yg tidak suka cakap banyak akan tetapi kerja jalan.Itulah secara ringkas daripada apa yg telah beliau nyatakan di dalam buku tersebut.

Teman2 yg dihormati sekalian,

Setiap manusia Allah taala telah kurniakan kelebihan yg tersendiri pada setiap pimpinan malah manusia biasa sekalipun.Hatta dikalangan para nabi dan juga rasul ada kelebihan yg tersendiri telah Allah s.w.t kurniakan.Nabi Allah Musa A.S ada kelebihan tersendiri,Nabi Allah Isa A.S ada kelebihan tersendiri.Mukjizat dan kelebihan yg berbeza namun matlamat yang sama iaitu 'MENTAUHIDKAN ALLAH S.W.T'

Hari ini,zaman dunia di penghujung umur menuju kiamat.Kita semua telah saksikan ada dikalangan pimpinan dunia,parti dan berbagai bentuk dan jenis kepemimpinan yg mempunyai kelebihan yg berbeza.Ada dikalangan mereka yg petah bercakap,akan tetapi kurang pada penulisan dan pelaksanaa.Ada yg idea hebat,canggih bak sesetengah org kata namun apabila diminta utk laksanakan hatta diminta buat kertas kerja tidak dapat.Ada yg tidak berapa pandai bercakap depan khalayak ramai,namun dari sudut buat tindakan gerak kerja mantap.Ada bermacam2 jenis yg dapat kita saksikan.Namuan bagaimana kita ingin mengutip manfaat daripada semua itu?

Dalam masalah atau pun isu ini,sikap berlapang dada juga diperlukan.Kita perlu akui setiap org ada kelebihan dan kekurangan.Namun,individu tersebut seharusnya berusaha utk meningkatkan kualiti dalam bekerja dan meningkatkan prestasi diri jika sudah mengetahui kekurangan diri dan sedia berkongsi dengan teman2 yg lain atas kelebihan yg ada.

Kadangakala berlaku penyelewengan dalam melaksanakan gerak kerja ISLAM.Pada peringkat awal keikhlasan ada bersama namun kadangakala dipertengahan jalan ada yg sudah menyeleweng daripada niat hanya kerana Allah.Sikap dan sifat ingin manusia sekeliling lihat DIALAH YANG PALING HEBAT.Moga2 Allah taala berikan petunjuk dan keampunan-Nya kepada kita dalam melaksanakan gerak kerja amal ISLAMI ini.

Cukup mudah utk melafazkan IKHLAS,namun kadangakala kecundang didalam perjalanan melaksanakan gerak kerja ISLAM ini.Ya Allah,ampunilah kami,tunjikalah kami jalan yg ENGKAU redha.

Selamat berkhidmat utk ISLAM buat teman2 yg telah selesai imtihan dan bakal memulakan kembali amanah dalam segenap dan setiap posisi kalian.Moga2 Allah taala rahmati kita.

Cucu Tok Jambul

Thursday, June 24, 2010

.:: Kenapa Aku Di Uji ::.

Buat sahabat sahabat..moga ini bisa membantu memujuk dan menguatkan diri tatkala diri diuji..


KENAPA AKU DIUJI ? " Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (saja)mengatakan: "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. " -Surah Al-Ankabut ayat 2-3

KENAPA AKU TIDAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN ? " ..... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " -Surah Al-Baqarah ayat 216

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ? " Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." -Surah Al-Baqarah ayat 286
RASA KECEWA ?? " Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. " -Surah Al-Imran ayat 139

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA ? " Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. " -Surah Al-Imran ayat 200 "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', " -Surah Al-Baqarah ayat 45

APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI ?? " Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka ..... " -Surah At-Taubah ayat 111

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ? " ..... Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal. Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung. " -Surah At-Taubah ayat 129

AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI !!!!!!!!!! " ..... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. " -Surah Yusof ayat 87

Semoga segala persoalan dan rintihan yang melanda jiwa dan sanubari kita terubat dengan janji-janji Allah.......... sesungguhnya kepada kitab suci Al-Quran lah tempat kita merujuk segala permasalahan..... kerana ialah penawar..... penawar untuk kita......... marilah kita kembali kepada Al-Quran..... kembali mengamalkan ajaran yang terkandung sepenuhnya........ semoga Allah memberkati sahabat-sahabat semua….. Amin…

Tuesday, June 22, 2010

Ulama hakiki tidak akan tergamak pilih Umno

KUALA LUMPUR, 22 Jun: Ulama sebenar yang mencintai agama Islam tidak akan tergamak memilih Umno yang sekular sebagai wadah perjuangan mereka, kata Ketua Dewan Pemuda PAS Pusat, Nasruddin Hasan at-Tantawi (gambar).

Sebaliknya beliau berkata, wadah sebenar untuk menyebarkan dakwah Islam adalah bersama dengan PAS yang secara jelas dasarnya adalah Islam.

"Medan ulama sebenar adalah bersama gerakan Islam. Sewajarnya ulama menyertai PAS, bukan menyertai Umno, parti yang sekular," katanya.

Beliau berkata demikian sebagai mengulas laporan Mohd Asli dalam web Umno yang menyebut 100 ulama termasuk bekas Mufti Perlis, Dr Mohd Asri Zainal Abidin akan menyertai Umno Jumaat depan.

Mengulas lanjut beliau berkata, sejarah pernah menunjukkan bagaimana satu ketika dahulu beberapa tokoh ulama besar negara menyertai Umno dan kemudiannya keluar kerana tidak sanggup bersekongkol melakukan kemungkaran.

"Dulu Ustaz Ahmad Fuad, Ustaz Ahmad Maliki dan Ustaz Ahmad Badawi pernah menyertai Umno sehingga tertubuhnya Biro Agama Umno.

"Kerana tidak berpuas hati dengan kemungkaran dilakukan Umno termasuk meluluskan lesen judi, mereka kemudiannya keluar Umno dan menubuhkan Persatuan Ulama Malaya sehingga akhirnya tertubuhlah Parti Islam Se-Malaysia (PAS)," katanya lagi.

Sehingga kini tegasnya, Umno belum mengubah dasar dan perjuangan mereka dan masih menghalalkan judi.

Biarpun waktu ini Umno mempunyai ualama mereka seperti Datuk Seri Jamil Khir, Datuk Masitah Ibrahim dan Ustaz Firdaus Ismail, namun kesemuany,a kata Nasruddin tidak mampu menentang kemungkaran dilakukan Umno.

Jika 100 ulama tersebut menyertai Umno, fungsi mereka juga, katanya akan terbatas.

"Bagaimana sebuah parti yang menghalalkan judi yang diharamkan oleh Allah, mendapat tempat di hati ulama.

"Secara peribadi, hati kecil saya berkata, jika mereka ulama hakiki, mereka tidak akan tergamak memilih Umno sebagai medan menyampaikan dakwah Islam," katanya.


Sumber : Asal

Saturday, June 19, 2010

.:: Asal Nak Laksana ISLAM Di Cop Militan ::.



Tanah air kita di Malaysia kini digembar gemburkan dengan isu JI pula.Entah mengapa orang ISLAM dilabelkan sebegitu.ISRAEL,AMERIKA,dan sekutu2nya meraka yang lain tidak pula dilabelkan sebagai PENGGANAS no 1 DUNIA.Mengapa?

Semenjak sejarah keruntuhan WTC pada tahun 2001,istilah ISLAM sbg MILITAN makin rancak di laungkan.Bagi org yg sudah mengganut agama ISLAM sendiri pun kadangkala ketakutan utk mengamalkan ISLAM secara sempurna kerana bimbang dilabelkan PENGGANAS.

Cukup licik dan halus perancangan ZIONIS dan sekutunya.Disebabkan 11 Sep1 2001 itulah IRAQ,AFGHANISTAN dan seluruh umat ISLAM diserang bertubi2.Umat ISLAM pula ada yg bergaduh sesama sendiri disebabkan isu yg furu' (cabang).Ada yg masih kekal dengan kesibukan isu masalah tahlil,baca Yasin malam Jumaat dll.Sedangan isu pokok tidak pula diperkatakan.Isu JUDI BOLA entah ke mana 'ulamak2 UMNO'.Senyap membisu atau suara mereka di'gamkan' atau memang mereka ketakutan kerana itu akan merosakkan periuk nasi mereka?

Moga ALLah jauh dan lindungi kita semua para pejuang ISLAM dari tunduk pada kehendak manusia yg ingkar pada perintah ALLAH.Bagi mereka yg memperjuangkan ajaran 'SEKULAR' itulah yg dihebohkan sebagai PEJUANG RAKYAT.BAPA itu BAPA ini.

Malaysia yg telah lama merdeka pun seakan sama seperti sebelum merdeka.Cuma beza zaman dahulu atuk2 kita dijajah secara fizikal secara zahir,akan tetapu sekarang ini kita dijajah secara mental.Telah dikawal oleh 'REMOTO CONTROL' yg dikawal oleh UMNO dan KONCO2NYA.

Apa sebenarnya tujuan puak2 ini melaungkan ISLAM MILITAN,ISLAM ITU GANAS dan sebagainya utk memburuk2kan ISLAM,kalu org kafir yg melabelkan ISLAM itu pengganas mungkin boleh diterima sebab mereka belum tahu bagaimana cara hidup ISLAM,akan tetapi ini pimpinan yg beragama ISLAM sendiri.Ya Rabbi.



Kini UMNO memainkan isu militan JI.Mengapa?Sebab UMNO telah mengalamani berbagai isu yg rakyat persoalkan.Judi bola,penyerahan blog minyak kepada BRUNEI dan beberapa isu lain yg melibatkan puak2 UMNO masih belum selesai.

Mereka menggunakan isu JI sebagai satu alat utk mengalihkan pandangan rakyat terhadap apa yg sepatutnya menjadi isu utama yg telah melibatkan pimpinan politik UMNO sendiri.UMNO oh UMNO.Sila Baca.

Duhai rakyat yg dikasihi sekalian,sedarlah kita akan permainan kotor politik UMNO.UMNO lah yg telah menggunakan segala kepentingan yg ada demi periuk dan perut mereka sendiri.

"ISLAM FOR ALL"
"PAS FOL ALL"
"SEPAKAT KE PUTRAJAYA"

Salam Mahabbah

Cucu Tok Jambul