Pages

Sunday, September 30, 2007

Ramadhan Semakin Pergi

Dalam sedar atau tidak,Ramadhan semakin berlalu Syawal semakin hampir.Errrmmm,cukup rugi rasanya bila peluang di bulan puasa ini kita semua lepaskan berlalu begitu sahaja.

Peluang untuk buat amal ibadat masih ada,semoga kita dapat bertemu dengan malam yg penuh keberkatan,malam Lailatul Qadar.

Tuesday, September 25, 2007

Kelantan pastikan sebuah rumah miliki senaskah al Quran

Al-quran adalah merupakan kitab yg penuh dengan mukjizat daripada Allah s.w.t.Di dalamnya penuh dengan petunjuk daripada Ilahi.Anjuran Kerajaan Kelantan dalam usaha utk memastikan setiap rumah mempunyai satu naskhah al-quran adalah suatu usaha yg tersangat baik dan kita sebagai umat Islam seharusnya menyokong sepenuhnya usaha murni ini.

Bila setiap rumah sudah dipastikan ada quran,maka perlulah kita semua guna sebaiknya dan setiapa perintah di dalamnya.

Semoga kita semua di atas jalan yg benar.

Monday, September 24, 2007

Kisah Ghulam

Pengorbanan seorang budak demi Risalah, dan realiti kisah ini dengan kita

Dari Shuhaib Ar-Rumi radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada seorang raja pada zaman sebelum kalian. Ia memiliki seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu telah tua, ia berkata kepada sang raja, ‘Sesungguhnya usiaku telah tua dan ajalku telah dekat. Karena itu, utuslah kepadaku seorang anak muda agar aku ajari sihir’. Maka diutuslah seorang pemuda yang kemudian ia ajari sihir. Dan jalan antara raja dengan tukang sihir itu terdapat seorang rahib. Pemuda itu mendatangi sang rahib dan mendengarkan pembicaraannya. Sang pemuda begitu kagum kepada rahib dan pembicaraannya. Begitu ia sampai kepada tukang sihir karena terlambat serta merta ia dipukulnya seraya ditanya, ‘Apa yang menghalangimu?’ Dan bila sampai di rumahnya, keluarganya memukulnya seraya bertanya, ‘Apa yang menghalangimu (sehingga terlambat pulang)?’ Lalu, ia pun mengadukan halnya kepada sang rahib. Rahib berkata, ‘Jika tukang sihir ingin memukulmu katakanlah, aku terlambat karena keluargaku. Dan jika keluargamu hendak memukulmu maka katakanlah, aku terlambat karena (belajar dengan) tukang sihir’.

Suatu kali, ia menyaksikan binatang besar dan menakutkan yang menghalangi jalan manusia, sehingga mereka tidak bisa menyeberang. Maka sang pemuda berkata, ‘Saat ini aku akan mengetahui, apakah perintah ahli sihir lebih dicintai Allah ataukah perintah rahib. Setelah itu ia mengambil batu seraya berkata, ‘Ya Allah, jika perintah rahib lebih engkau cintai dan ridhai daripada perintah tukang sihir maka bunuhlah binatang ini, sehingga manusia bisa menyeberang’. Lalu ia melemparnya, dan binatang itu pun terbunuh kemudian ia pergi. Maka ia beritahukan halnya kepada rahib. Lalu sang rahib berkata, ‘Wahai anakku, kini engkau telah menjadi lebih utama dari diriku. Kelak, engkau akan diuji. Jika engkau diuji maka jangan tunjukkan diriku. Selanjutnya, pemuda itu bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan segala jenis penyakit. Allah menyembuhkan mereka melalui kedua tangannya. Alkisah, ada pejabat raja yang tiba-tiba buta. Ia mendengar tentang pemuda itu. Maka ia membawa hadiah yang banyak kepadanya seraya berkata, ‘Sembuhkanlah aku, dan engkau boleh memiliki semua ini! Pemuda itu menjawab, ‘Aku tidak bisa menyembuhkan seseorang. Yang bisa menyembuhkan adalah Allah Azza wa Jalla. Jika Anda beriman kepada Allah dan berdo’a kepadaNya, niscaya Ia akan menyembuhkanmu. Ia lalu beriman dan berdo’a kepada Allah dan sembuh. Kemudian ia datang kepada raja dan duduk di sisinya seperti sedia kala. Sang raja bertanya, ‘Wahai fulan, siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?’ Ia menjawab, ‘Tuhanku’. Raja berkata, ‘Saya?’ ‘Tidak, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’, tegasnya. Raja bertanya, ‘Apakah kamu memiliki Tuhan selain diriku?’ Ia menjawab, ‘Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’. Demikianlah, sehingga ia terus-menerus disiksa sampai ia menunjukkan kepada sang pemuda. Pemuda itu pun didatangkan. Sang raja berkata, ‘Wahai anakku, sihirmu telah sampai pada tingkat kamu bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan berbagai penyakit lainnya’. Sang pemuda menangkis, ‘Aku tidak mampu menyembuhkan seorang pun. Yang menyembuhkan hanyalah Allah Azza wa Jalla. Raja berkata, ‘Aku?’ ‘Tidak!’, kata pemuda. ‘Apakah kamu punya Tuhan selain diriku?’ Ia menjawab, ‘Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’. Lalu ia pun terus disiksa sehingga ia menunjukkan kepada rahib. Maka rahib itu pun didatangkan. Sang raja berkata, ‘Kembalilah kepada agamamu semula!’ Ia menolak. Lalu di tengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua. Kepada pejabat raja yang (dulunya) buta juga dikatakan, ‘Kembalilah kepada agamamu semula!’ Ia menolak. Lalu di tengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua. Kepada sang pemuda juga dikatakan, ‘Kembalilah kepada agamamu semula!’ Ia menolak. Lalu bersama beberapa orang ia dikirim ke gu-nung ini dan itu. (Sebelumnya) sang raja berpetuah, ‘Ketika kalian telah sampai pada puncak gunung maka bila ia kembali kepada agamanya (biarkanlah dia). Jika tidak, maka lemparkanlah dia! Mereka pun berangkat. Ketika sampai di ketinggian gunung, sang pemuda berdo’a, ‘Ya Allah, jagalah diriku dari mereka, sesuai dengan kehendakMu. Tiba-tiba gunung itu mengguncang mereka, sehingga se-muanya tergelincir. Lalu sang pemuda datang mencari sampai bisa bertemu raja kembali. Raja bertanya, ‘Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?’ Ia menjawab, ‘Allah menjagaku dari mereka’. Kembali ia dikirim bersama beberapa orang dalam sebuah perahu kecil. Raja berkata, ‘Jika kalian berada di tengah lautan (maka biarkanlah ia) jika kembali kepada agamanya semula. Jika tidak, lemparkanlah dia ke laut yang luas dan dalam’. Sang pemuda berdo’a, ‘Ya Allah, jagalah aku dari mereka, sesuai dengan kehendak-Mu’. Akhirnya mereka semua tenggelam dan sang pemuda datang lagi kepada raja. Sang raja bertanya, ‘Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?’ Ia menjawab, ‘Allah menjagaku dari mereka’. Lalu sang pemuda berkata, ‘Wahai raja, kamu tidak akan bisa membunuhku sehingga engkau melakukan apa yang kuperintahkan. Jika engkau melakukan apa yang aku perintahkan maka engkau akan bisa membunuhku. Jika tidak, engkau tak akan bisa membunuhku’. Raja penasaran, ‘Perintah apa?’ Sang pemuda menjawab, ‘Kumpulkanlah orang-orang di satu padang yang luas, lalu saliblah aku di batang pohon. Setelah itu ambillah anak panah dari wadah panahku, lalu ucapkan, ‘Bismillahi rabbil ghulam (dengan nama Allah, Tuhan sang pemuda). Maka (raja memanahnya) dan anak panah itu tepat mengenai pelipisnya. Pemuda itu meletakkan tangannya di bagian yang kena panah lalu meninggal dunia. Maka orang-orang berkata, ‘Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda. Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda. Lalu dikatakan kepada raja, ‘Tahukah Anda, sesuatu yang selama ini Anda takut-kan? Kini sesuatu itu telah tiba, semua orang telah beriman. Lalu ia memerintahkan membuat parit-parit di beberapa persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api di dalamnya. Dan raja pun bertitah, ‘Siapa yang kembali kepada agama-nya semula, maka biarkanlah dia. Jika tidak, maka lemparkanlah dia ke dalamnya’. Maka orang-orang pun menolaknya sehingga mereka bergantian dilemparkan ke dalamnya. Hingga tibalah giliran seorang wanita bersama bayi yang sedang disusuinya. Sepertinya, ibu itu enggan untuk terjun ke dalam api. Tiba-tiba sang bayi berkata, ‘Bersabarlah wahai ibuku, sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran’.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad, 6/16-18, Muslim dan An-Nasa’i dari hadits Hammad bin Salamah. Dan An-Nasa’i serta Hammad bin Zaid menambahkan, yang keduanya dari Tsabit. Dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari jalan Abdurrazak dari Ma’mar dari Tsabit dengan sanad darinya. Ibnu Ishaq memasukkannya dalam Sirah dan disebutkan bahwa nama pemuda itu adalah Abdullah bin At-Tamir).

Di sisi mujahid, ada mujahidah….

Terkadang hati ini tertanya-tanya….kenapa masih perlu menunggu? Sedangkan aku tahu, aku telahpun menemui mujahidku… diri ini terlalu yakin, dialah jawapan doa hari2 ku… “Ya Allah, kurniakanlah kepada ku hamba Mu yg soleh sebagai suami, agar dia dapat membimbingku menuju syurgaMu…”

Resah gelisah hati menunggu…mengira setiap detik dan waktu, impian itu menjadi kenyataan… bersama-sama si mujahid… menemaninya dalam perjuangannya… eh?? perjuangan?? Ya Allah…aku lupa lg… seorang mujahid, tujuannya satu… berjuang malah berkorban utk menegakkan Deen-ul-haqq… walau telah bergelar suami, perjuangan tetap berjalan.. pengorbanan tetap diteruskan!! Malah itu juga seharusnya menjadi perjuangan aku juga bukan?..

“Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya….” [33:4]

Hati si mujahid telahpun sarat dgn cinta kepada Rabbnya.. yg menjadi pendorong kepada perjuangannya.. (begitulah haprapnya) .. mana mungkin pada masa yg sama, si mujahid menyintai ku (setelah bergelar isteri) dengan sepenuh hatinya? Walaupun setelah ku curahkan selautan sayang.. ku legakn penat lelah perjuangannya dengan gurauan manja.. ku cukupkan makan pakainya….si mujahid masih tidak boleh leka dr perjuangannya!! Ya Allah, aku kah yang akan menjadi fitnah yang melekakannya dari perjuangannya yg dulu cukup ikhlas hanya untuk Rabbnya???…..

“Katakanlah, “ Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, ISTERI-ISTERImu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khuwatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya” dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”…..[9:24]

Oh tidak!! Aku tidak mahu menjadi penyebab si mujahid leka akan tanggungjawabnya yang lebih besar…tanggungjawabnya utk Ad-Deen ini…. Tapi sanggupkah??…sanggupkah diri ini hanya memperoleh secebis hati si mujahid yg telah sarat dgn cintanya kepada yg lebih berhak?? Sanggupkah diri ini sering ditinggalkn tatkala si mujahid perlu ke medan juang?? Malah sanggupkah diri ini melepaskn si mujahid pergi sedangkn hati ini tahu si mujahid yg teramat di cintai mungkin akan keguguran di medan juang??..sanggupkah???

Ya Allah… Layakkah diri ini menginginkan suami semulia Rasulullah..sedangkn diri ini tidak sehebat Khadijah mahupun Aisyah… Lihat sahaja isteri-isteri Nabi… Ummul-muslimin…Ummi-ummi kita…lihat saja perjuangan dan pengorbanan mereka… lihat sahaja ketabahan hati mereka… sehinggakn setelah diberi pilihan antara cinta duniawi dan cinta mereka terhadap Allah dan Rasul…Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu “Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut’ah dan ku ceraikan kamu dengan cara yang baik“ [33:28]

Allah dan Rasul tetap menjadi pilihan! Mampukah aku menjadi seperti mereka?? Mampukah aku membuat pilihan yang sama kelak, setelah mabuk di lautan cinta kehidupan berumah tangga?? Mampukah aku mengingatkn si mujahid tatkala dia terlupa dan terleka dari cintanya dan tugasnya demi Rabbnya?? Atau aku juga akan turut hanyut malah lebih melemaskn lagi si mujahid dengan cinta duniawi??

Ah sudah wahai hati, hentikan saja angan-anganmu, hentikan saja kiraan waktumu…. Masanya belum tiba utuk kau memiliki si mujahid, kerana kau sendiri belum lagi menjadi seorang mujahidah yang sebenar!! Hati, janganlah kau sibuk mengejar cinta mujahid, tetapi kejarlah cinta Penciptanya…Hati, janganlah kau lekakan aku dengan angan-anganmu…sedangkan masih terlalu banyak ilmu yg perlu ku raih…. Hati, sedarkah engkau ujian itu sunnah perjuangan??…tapi kau masih terlau rapuh utk menghadapinya…kau perlu tabah!! dan aku tahu, kau tak mampu utk menjadi sebegitu tabah hanya dalam sehari dua… Duhai hati… bersabarlah… perjalanan kita masih jauh…. bersabarlah… teruskan doamu… hari itu akan tiba jua…. pabila engkau telah bersedia menghadapinya kelak…. bersabarlah…..

Ulul Albab?

Satu catatan ringkas berkenaan Ulul Albab yang baru ditubuhkan di Mesir kelolaan kerajaan Terengganu dibawah penjagaan pegawai HEP Yayasan Terengganu....Sila layari blog ini..http://mykebenaran.blogspot.com/

Friday, September 21, 2007

Bila Lembu Menjaga Lembu...

Sistem kehidupan manusia dan seluruh alam ini amat cantik dan indah jika semuanya ikut cara,peraturan,undang-undang yang telah tuan punya alam ini aturkan dan susun.Akan tetapi bila ada juga manusia yang merasakan bahawa cara dan jalan penyelesaian yg mereka fikirkan dengan akal itu adalah yg terbaik maka hancurlah alam ini.Tidak pandai,akan tetapi buat-buat pandai.Sesungguhnya firman Allah ada menyatakan maksudnya lebih kurang,"Bahawa sesungguhnya kerosakan di darat dan juga lautan adalah disebabkan tangan-tangan manusia itu sendiri".Inilah manusia yg takabbur,rasa diri penuh berkuasa,masih tidak sedar bahawa ada lagi Yang Maha Berkuasa di atas sana.Sedarlah wahai insan yg berakal sekalian.Hidup ini tidak lama.Bila-bila masa sahajat Allah,Tuan kita akan panggil mengadap Dia.

Wahai teman-temanku sekalian,cuba kita bayangkan,jika lembu yang menjaga lembu...apakah yg akan terjadi?Akan sempurnakah?Tersusunkah kehidupan lembu tersebut?Teruruskah segala kehidupan lembu tersebut?Adakah manusia juga yg kena uruskan semuanya?Kena sediakan tempat tinggal lembu itu.Arah pergi padang rumput dan sebagainya.Rasanya dengan akal yg waras sudah tentu begitukan.

Tetapi bagaimana pula dengan kita manusia insan ini?Adakah sesama kita juga yg layak dan mampu menjaga sesama kita?Kena ikut undang-undang ciptaan manusia yg ingkar pada perintah Tuan empunya alam ini?Siapakah yg lebih bijak dan mengetahui tentang masalah kita semua?Lihatlah sekeliling kita sekarang ini.Natijah bila manusia buat pandai,rasa bijak sangat dah,konon-konon bila dapat Phd berpuluh-puluh,ada jawatan rasa dialah paling bijak dalam dunia ini.Masih tidak sedar,otak dan akal dia itu Allah yg kurniakan.

Lembu jaga lembu....hancurlah institusi lembu...manusia jaga manusia..hancurlah dunia ini.Sedarlah wahai hati-hati yg masih ada lagi keimanan kepada Allah Tuhan sekalian alam ini.Marilah kita semua kembali pada jalan yg benar.Masih belum terlambat utk kita kembali pada jalan yg benar dan bertaubat kepada-Nya.Ingatlah janji-janji Allah pada mereka yg taat dan patuh pada perintah-Nya...akan tetapi jgn dilupai akan janji-janji azab yg pedih pada mereka yg ingkar akan perintah-Nya.

Selamat berpuasa,semoga segala amalan kita semua diterima oleh Allah.Semoga hidayah-Nya sentiasa menaungi kita semua.Ya Allah,ampunilah dosa-dosa kami semua.Terimalah segala amalan kebaikan yg telah dan akan kami lakukan,ampunilah dosa-dosa kedua org tua kami.Amin ya Allah.

Monday, September 17, 2007

Mereka Yang Rugi Pada Ramadhan

Daripada Ka'ab Bin Ujrah r.a., beliau berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda, "Hadirlah ke mimbar." Maka kami semua pun hadir.

Apabila beliau naik satu anak tangga mimbar, beliau berkata, "amin" dan apabila naik anak tangga yang kedua, beliau berkata "amin" dan apabila beliau naik anak tangga yang ketiga baginda berkata "amin."

Apabila beliau turun, kami telah bertanya, "Ya Rasulullah! Hari ini sesungguhnya kami telah mendengar dari Tuan sesuatu yang belum pernah kami dengar."

Beliau bersabda, "Sesungguhnya Jibril telah muncul kepadaku dan berkata : Binasalah dia yang mendapati Ramadhan tetapi belum juga diampunkan. Maka aku berkata, amin."

"Apabila aku naik anak tangga yang kedua dia berkata : Binasalah dia yang apabila engkau disebutkan didepannya, tidak pula dia menselawatimu. Maka aku berkata, amin."

"Apabila aku naik anak tangga yang ketiga dia berkata : Binasalah dia yang mendapati kedua-dua ibu bapanya atau salah seorang darinya telah tua tetapi mereka tidak menjadi sebab untuk dia masuk ke dalam syurga. Aku berkata "amin."

(Riwayat Hakim dan Ibnu Hibban di dalam sahihnya)

.......................

Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari tahun2 lepas.Semoga Allah terima semua amalan kitaa insya-Allah.

Mereka Yang Rugi Pada Ramadhan

Daripada Ka'ab Bin Ujrah r.a., beliau berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda, "Hadirlah ke mimbar." Maka kami semua pun hadir.

Apabila beliau naik satu anak tangga mimbar, beliau berkata, "amin" dan apabila naik anak tangga yang kedua, beliau berkata "amin" dan apabila beliau naik anak tangga yang ketiga baginda berkata "amin."

Apabila beliau turun, kami telah bertanya, "Ya Rasulullah! Hari ini sesungguhnya kami telah mendengar dari Tuan sesuatu yang belum pernah kami dengar."

Beliau bersabda, "Sesungguhnya Jibril telah muncul kepadaku dan berkata : Binasalah dia yang mendapati Ramadhan tetapi belum juga diampunkan. Maka aku berkata, amin."

"Apabila aku naik anak tangga yang kedua dia berkata : Binasalah dia yang apabila engkau disebutkan didepannya, tidak pula dia menselawatimu. Maka aku berkata, amin."

"Apabila aku naik anak tangga yang ketiga dia berkata : Binasalah dia yang mendapati kedua-dua ibu bapanya atau salah seorang darinya telah tua tetapi mereka tidak menjadi sebab untuk dia masuk ke dalam syurga. Aku berkata "amin."

(Riwayat Hakim dan Ibnu Hibban di dalam sahihnya)

.......................

Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari tahun2 lepas.Semoga Allah terima semua amalan kitaa insya-Allah.

Apakah Nasib Rakyat Terengganu Mesir

Ermmmmmmmm....sedih hati ini...geram...marah...sudah tidak ada akal yg waraskah?

Apakah nasib rakyat Terengganu di bumi Mesir ini.Rumah sudah baru,cantik macam hotel,namun rakyat sendiri tidak dapat nikmati.Adakah ianya hanya sekadar utk ditatap,ditilik sehingga berkulat????Atau hanya org2 tertentu sahaja yg dapat masuk???Mengapa begitu...tanyalah pada mereka yg bertanggungjawab...

Namun kita sebagai saudara seagama,apakah usaha kita utk bantu mereka?...Adakah cukup hanya sekadar melihat.?Paling kurang kami semua mengharapkan doa sahabat2 dan teman2 sekalian.

Sabarlah wahai teman2ku sekalian,Allah itu Maha Adil,Dia Mengetahui apa yg berlaku.Kita datang belajar agama adalah di jalan syahid insyaAllah.Menang kalah tetap kita menang di sisi Allah.

Salam perjuangan buat semua.

Tuesday, September 11, 2007

Babi....Ohhh...Babi....

Antara babi dan masjid...manakah yang halal????....Antara keduanya manakah yg paling digemari??...Antara keduanya manakah yg paling enak?????Antara keduanya manakah yg cantik dan menawan???...Antara keduanya manakah yg paling memikat hati nurani????

Rasanya bagi pengganut agama Islam yg waras...tahu hukum agama,pasti kita semua tahu apakah jawapannya....namun di sana....ermmmm...masih kedapatan manusia yg masih belum dapat membezakan antara babi..dan juga masjid....

Sedarlah wahai temanku sekalian...di manakah sensitifnya kita tehadap kesucian agama Islam itu sendiri...

Bangkitlah dari mimpi yg mengulitimu..mimpi itu tidak akan ke mana...syurga Allah sedang menanti bagi mereka yg perjuangkan agama Allah s.w.t.

Perempuan Jadi Rebutan!!!

Mati Rebut Perempuan

KUALA LUMPUR: Seorang mekanik ditemui mati akibat dibelasah dipercayai berpunca daripada perebutan perempuan di Jalan Chow Kit di sini, semalam.

Lelaki dikenali sebagai S Kumaresan, 23, ditemui dengan kesan kecederaan parah di kepala disyaki dipukul dengan sebatang kayu.

Dalam kejadian kira-kira jam 7.30 pagi, mayat mangsa ditemui di tingkat bawah sebuah plaza di situ oleh seorang pejalan kaki yang kebetulan melalui tempat kejadian sebelum menghubungi polis.

Timbalan Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Kuala Lumpur, Asisten Komisioner Khaw Kok Chin, berkata mangsa yang keluar minum bersama rakannya sebelum itu bertengkar dengan sekumpulan lelaki di sebuah restoran di Jalan Ipoh.

Menurutnya, selepas bertengkar, mangsa dan beberapa rakannya keluar dari restoran berkenaan.

“Polis percaya selepas mangsa keluar, dia diserang kumpulan lelaki yang bertengkar dengannya dalam restoran.

“Mangsa yang mati akibat kecederaan parah di kepala dipercayai dipukul menggunakan senjata tumpul,” katanya di sini, semalam.

Beliau berkata, siasatan di tempat kejadian menemui sebatang kayu.

Katanya, polis turut menyiasat kemungkinan mangsa diserang di tempat lain sebelum mayatnya ditemui di tempat kejadian.

Mayat mangsa yang bekerja di sebuah bengkel motosikal di Jalan Tuanku Abdul Rahman di sini, dihantar ke Hospital Kuala Lumpur (HKL) untuk bedah siasat.

Sepasukan polis Unit Forensik dikejarkan ke tempat kejadian bagi membantu kerja penyiasatan.

Polis sedang mengesan kumpulan lelaki yang terbabit dalam kejadian itu dan meminta mereka yang mempunyai maklumat tampil membantu siasatan.


Sumber: Metro Selasa, 11 September 2007

…………………………………………….


Berebut perempuan!!!!!


Mengapa berebut perempuan????....Mengapa tidak semua manusia berebut lelaki!!!!Di manakah akal waras kita semua….di mana letaknya ajaran agama…sesungguhnya di dalam ajaran Islam yg murni telah diajarkan kepada kita tentang qada’ dan qadar Allah s.w.t….


Wahai diriku dan umat Islam sekalian,mahukah kita mengulang kembali kisah bagaimana anak Nabi Allah Adam a.s telah lakukan???...Tidak cukupkah itu sebagai pengajaran buat kita semua????...Sedarlah diri yg hina…penuh nan dosa…saat utk kita semua kembali kepada Allah terlalu hampir sekali…bersiaplah!!!!!!


Janganlah kita yg beragama Islam berkelakuan seperti pengganut agama lain…kita ada jalan dan laluan yg mesti diikuti…hidup bukan hanya seronok bersama dengan wanita dan perempuan…dalam Islam itu bukan matlamat utama kita semua…kita ada kerja dan tanggungjawab yg lebih besar lagi selaku hamba Allah….


Dan saling tolong menolonglah kita di atas perkara kebenaran…dan janganlah kita saling tolong menolong di atas perkara kemungkaran…..

Monday, September 10, 2007

Ahlan Ya Ramadhan

Kedatangan Ramadhan perlu disambut dengan perasaan riang gembira. Hati yang gembira merupakan lambang kepada keyakinan dan keikhlasan hati kita kepada bulan yang dimuliakan ALLAH dan rasul-rasulNYA. Inilah gesaan Islam apabila menjelangnya hari-hari kebesaran Islam, lebih-lebih lagi Ramadhan yang dianggap sebagai “bulan ibadah”.
Apabila kembali kepada sirah Rasulullah, kedatangan Ramadhan inilah saat yang amat ditunggu-tunggu Rasulullah dan para sahabat. Kedatangan Ramadhan menjadikan mereka sangat ceria dan semakin sibuk dengan amal ibadah kepada ALLAH taala. Kemeriahan ibadah pada Ramadhan mengalahkan aktiviti-aktiviti lain yang dilakukan selain di bulan Ramadhan. Bahkan yang hebatnya, Rasulullah s.a.w. sendiri merupakan individu yang paling sibuk beribadah di sepanjang Ramadhan.
Bagi memuliakan dan menghormati Ramadhan kali ini, marilah kita mencontohi amalan Nabi Muhammad s.a.w dan para sahabat supaya ibadah-ibadah kita di sepanjang Ramadhan dapat membina jati diri yang cemerlang lagi diredhai ALLAH Taala. Kita perlu memuliakan Ramadhan dengan acara-acara yang disukai ladi diredhai ALLAH. Antara amalan-amalan yang perlu diutamakan pada Ramadhan ialah:-
  1. Berpuasa dengan ikhlas semata-mata mengharapkan keredhaan ALLAH.
  2. Jauhi sama sekali percubaan merosakkan puasa dengan berbuka tanpa keuzuran kerana amalan itu termasuk antara dosa besar yang dilaknati ALLAH.
  3. Berusaha seberapa yang boleh untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah seperti solat Tarawih, tahajud terutama pada malam Lailatul Qadar.
  4. Pastikan sumber makanan dan minuman kita sepanjang bulan ini jauh dari sumber-sumber haram atau yang meragukan supaya ibadah puasa dan doa kita diterima ALLAH.
  5. Berusaha untuk berbuka puasa beramai-ramai kerana pahalanya sangat besar daripada berbuka bersendirian.
  6. Sentiasa melakukan solat lima waktu berjemaah.
  7. Banyakkan sedekah pada bulan ini kerana sedekah pada bulan ini lebih afdal berbanding bulan-bulan yang lain.
  8. Awasilah diri anda daripada menghabiskan waktu tanpa faedah kerana bulan ini bulan ibadah.
  9. Jika berupaya, kerjakan umrah dalam bulan ini kerana umrah pada bulan Ramadhan sama dengan sekali ibadah haji.
  10. Laksanakan ibadah puasa dengan bersahur pada akhir malamnya kerana sahur adalah sunah Rasulullah.
  11. Segerakan berbuka, sebaik-baik sahaja matahari terbenam.
  12. Sempurnakan mandi wajib sebelum naik fajar, supaya anda meneruskan ibadah puasa ini dalam keadaan bersih dan suci daripada hadas besar.
  13. Banyakkan zikir pada bulan ini terutama dengan membaca Al-Quran yang merupakan sebaik-baik zikir, supaya anda beroleh pertolongan dan syafaat Al-Quran pada hari akhirat.
  14. Peliharalah lidah anda daripada berdusta, mengumpat, maki hamun dan sebagainya di sepanjang bulan ini, kerana amalan-amalan ini pada bulan Ramadhan lebih besar dosanya.
  15. Segala gerak-geri dan tindakan anda pada bulan ini hendaklah tenang, tidak mudah beremosi dan tidak terkeluar daripada batas-batas kesederhanaan.
  16. Pastikan diri anda dalam bulan Ramadhan ini tidak melakukan sesuatu yang dilarang oleh ALLAH dan mentaati segala suruhanNYA.
  17. Banyakkan zikir dan istighfar dan memohon rahmat daripadaNYA terutama ketika berbuka dan bersahur.
  18. Banyakkan doa untuk diri sendiri, ibubapa, anak-anak dan seluruh umat Islam supaya mereka dikurniakan kesejahteraan.
  19. Bertaubat kepada ALLAH dengan taubat yang bersungguh-sungguh sepanjang masa, dengan meninggalkan maksiat, menyesali segala dosa-dosa yang lalu dan tidak akan mengulanginya lagi pada masa akan datang.
  20. Setelah selesai puasa Ramadhan, teruskan pula dengan berpuasa enam hari daripada bulan Syawal kerana pahalanya seumpama berpuasa sepanjang tahun.
  21. Teruskan dengan iman, takwa dan amal-amal yang soleh, sekalipun bulan Ramadhan sudah selesai hingga anda meninggal dunia.
  22. Banyakkan ucapan selawat kepada Nabi Muhammad s.a.w. terutama pada hari Jumaat.
Islam mengatur satu cara hidup khusus untuk dilaksanakan sepanjang bulan Ramadhan. Cara hidup ini apabila dijadikan ikutan, akan dirasai pula hikmah yang tersirat di sebalik ibadah bulan Ramadhan samada dari aspek pembinaan jasmani maupun rohani. ALLAH menjanjikan ganjaran yang teristimewa kepada orang-orang yang berpuasa. Ganjaran ini tiada pada ibadah-ibadah lain kecuali ibadah puasa sahaja. Ia menjadi ‘pemberian peribadi’ ALLAH kepada hambaNYA yang benar-benar menunaikanibadah puasa. Dalam sebuah hadis Qudsi, ALLAH Taala menjelaskan: “Tiap-tiap kebaikan dibalas dengan 10 pahala hingga 700 pahala, kecuali pahala puasa, ia (puasa) untukKu dan Aku akan membalasnya.” (Riwayat Muslim)
Ibadah puasa mengajar kita erti kesabaran dan sifat amanah. Kita dituntut supaya sabar mengharungi kesusahan di sepanjang Ramadhan. Kita juga dituntut melaksanakan setiap amalan di sepanjang Ramadhan dengan penuh amanah, demi menunaikan amanah yang diwajibkan ALLAH kepada kita. Hasil pengorbanan besar ini, layaklah kita mencapai martabat taqwa di sisi ALLAH.

Kisah Kasih Sayang

Aku cuma ada seorang adik. Usianya tiga tahun lebih muda daripada aku. Suatu hari, untuk mendapatkan sehelai sapu tangan yang menjadi keperluan anak gadis ketika itu, aku ambil 50 sen dari poket seluar ayah.

Petang itu, pulang saja dari sekolah - ayah memanggil kami berdua.Dia meminta aku dan adik berdiri di tepi dinding. Aku menggeletar melihat rotan panjang sedepa di tangan ayah."Siapa ambil duit ayah?" tanya ayah bagai singa lapar.Aku langsung tidak berdaya menentang renungan tajam mata ayah. Kedua-dua kami membisu,cuma tunduk memandang lantai.

"Baik,kalau tak mengaku,dua-dua ayah rotan!" sambung ayah sambil mengangkat tangan untuk melepaskan pukulan sulungnya ke belakang aku.Tiba-tiba, adik menangkap tangan ayah dengan kedua-dua belah tangannya sambil berkata, "Saya yang ambil!"Belum sempat adik menarik nafas selepas mengungkapkan kata-kata itu, hayunan dan balunan silih berganti menghentam tubuh adik. Aku gamam,lidah kelu untuk bersuara. Walau perit menahan sakit, setitis pun airmata adik tak tumpah.

Setelah puas melihat adik terjelepok di lantai, ayah merungut:"Kamu sudah mula belajar mencuri di rumah sendiri. Apakah lagi perbuatan kamu yang akan memalukan ayah di luar kelak?"Malam itu, emak dan aku tak lepas-lepas mendakap adik.Belakangnya yang berbirat dipenuhi calar-balar cuba kami ubati. Namun adik cukup tabah. Setitis pun air matanya tidak mengiringi kesakitan yang mencucuk-cucuk.

Melihat keadaan itu, aku meraung sekuat hati, kesal dengan sikap aku yang takut berkata benar.Adik segera menutup mulutku dengan kedua-dua belah tangannya lalu berkata,"Jangan menangis kak,semuanya dah berlalu!"Aku mengutuk diri sendiri kerana tidak mampu membela adik.

Tahun bersilih ganti, peristiwa adik dibelasah kerana mempertahankan aku bagaikan baru semalam berlaku. Adik mendapat tawaran belajar ke sekolah berasrama penuh dan aku pula ditawarkan menyambung pelajaran ke peringkat pra-universiti.Malam itu ayah duduk di bawah cahaya lampu minyak tanah bersama ibu di ruang tamu. Aku terdengar ayah berkata, "Zah, kedua-dua anak kita cemerlang dalam pelajaran. Abang bangga sekali!"

"Tapi apalah maknanya bang...!" aku terdengar ibu teresak-esak. "Dimana kita nak cari duit membiayai mereka?"Ketika itulah adik keluar dari biliknya. Dia berdiri di depan ayah dan ibu.
"Ayah,saya tak mahu ke sekolah lagi!"Perlahan- lahan ayah bangun, membetulkan ikatan kain pelekatnya dan merenung wajah emak,kemudian wajah adik dalam-dalam. Panggggg. ...sebuah penampar singgah di pipi adik. Seperti biasa yang mampu aku lakukan ialah menutup muka dan menangis.

"Kenapa kamu ni?Tahu tak,kalau ayah terpaksa mengemis kerana persekolahan kamu, ayah akan lakukan!""Orang lelaki kena bersekolah. Kalau tak, dia takkan dapat membawa keluarganya keluar daripada kemiskinan," aku memujuk adik tatkala menyapu minyak pada pipinya yang bengkak."Kakak perempuan... biarlah kakak yang berhenti."Tiada siapa yang menyangka, dinihari itu adik tiada dibiliknya.Dia membawa bersamanya beberapa helai baju lusuh yang dia ada. Di atas pangkin tempat dia lelapkan mata, terdapat sehelai kertas yangtercatat. ...."Kak...untuk dapat peluang ke universiti bukannya mudah. Saya cari kerja dan akan kirim wang buat akak."Apa lagi yang saya tahu selain meraung. Ayah termenung, jelas dia cukup kecewa. Begitu juga emak yang menggunakan air matanya memujuk ayah.

Suatu petang ketika berehat di asrama, teman sebilik menerpa:"Ada pemuda kampung tunggu kau kat luar!""Pemuda kampung?" bisikku. "Siapa?"Tergesa- gesa aku keluar bilik. Dari jauh aku nampak adik berdiri dengan pakaian comotnya yang dipenuhi lumpur dan simen. "Kenapa sebut orang kampung, sebutlah adik yang datang!"Sambil tersenyum dia menjawab, "Akak lihatlah pakaian adik ni.Apa yang akan kawan-kawan akak kata kalau mereka tahu saya adik kakak?"Jantungku terasa berhenti berdenyut mendengarkan jawapannya. Aku cukup tersentuh. Tanpa sedar, air jernih mengalir di pipi. Aku kibas-kibas bebutir pasir dan tompokan simen pada pakaian adik.Dalam suara antara dengar dan tidak, aku bersuara, "Akak tak peduli apa orang lain kata."

Dari kocek seluarnya, adik keluarkan sepit rambut berbentuk kupu-kupu.Dia mengenakan pada rambutku sambil berkata, "Kak, saya tengok ramai gadis pakai sepit macam ni, saya beli satu untuk akak."Aku kaku. Sepatah kata pun tak terucap. Aku rangkul adik dan dadanya dibasahi air mataku yang tak dapat ditahan-tahan.

Tamat semester, aku pulang ke kampung sementara menunggu konvokesyen. Aku lihat tingkap dan dinding rumah bersih, tak seperti selalu."Emak, tak payahlah kerja teruk-teruk bersihkan rumah sambut saya balik.""Adik kamu yang bersihkan. Dia pulang kelmarin. Habis tangannya luka- luka."Aku menerpa ke biliknya. Cantik senyum adik. Kami berdakapan." Sakit ke?" aku bertanya tatkala memeriksa luka pada tangannya."Tak. ...Kak tahu, semasa bekerja sebagai buruh kontrak, kerikil dan serpihan simen jatuh seperti hujan menimpa tubuh saya sepanjang masa.Kesakitan yang dirasa tidak dapat menghentikan usaha saya untuk bekerja keras."Apalagi. ..aku menangis seperti selalu.

Aku berkahwin pada usia menginjak 27 tahun. Suamiku seorang usahawan menawarkan jawatan pengurus kepada adik."Kalau adik terima jawatan tu, apa kata orang lain?" kata adik. "Adik takde pelajaran. Biarlah adik bekerja dengan kelulusan yang adik ada.""Adik tak ke sekolah pun kerana akak." kata ku memujuk."Kenapa sebut kisah lama, kak?" katanya ringkas, cuba menyembunyikan kesedihannya.

Adik terus tinggal di kampung dan bekerja sebagai petani setelah ayah tiada. Pada majlis perkahwinannya dengan seorang gadis sekampung, juruacara majlis bertanya,"Siapakah orang yang paling anda sayangi?"Spontan adik menjawab, "Selain emak, kakak saya...."katanya lantas menceritakan suatu kisah yang langsung tidak ku ingati.

"Semasa sama-sama bersekolah rendah, setiap hari kami berjalan kaki ke sekolah.Suatu hari tapak kasut saya tertanggal. Melihat saya hanya memakai kasut sebelah, kakak membuka kasutnya dan memberikannya pada saya. Dia berjalan dengan sebelah kasut. Sampai di rumah saya lihat kakinya berdarah sebab tertikam tunggul dan calar-balar. ""Sejak itulah saya berjanji pada diri sendiri. Saya akan lakukanapa saja demi kebahagiaan kakak saya itu. Saya berjanji akan menjaganyasampai bila-bila."

Sebaik adik tamat bercerita, aku meluru ke pelamin, mendakap adik sungguh-sungguh sambil meraung bagaikan diserang histeria.

Friday, September 07, 2007

Cegah remaja dekati zina

REMAJA adalah kelompok manusia yang baru meninggalkan alam kanak-kanak. Tanda peralihan dari alam kanak-kanak ke alam remaja dengan kematangan biologi seperti haid dan mimpi serta keluar mani.

Mimpi menyebabkan badan cepat membesar, rambut atau bulu-bulu mula tumbuh di bahagian tertentu badan dan perubahan yang paling ketara ialah soal nafsu seks.


Waktu inilah Islam mendidik supaya menguasai diri. Apabila diri terkendali, semua menjadi teratur. Tetapi apabila tertewas, berlakulah penyimpangan.

Penyimpangan masalah seksual khususnya di kalangan remaja semakin mengkhuatirkan. Pergeseran kefahaman, dosa masing-masing tanggung, kubur masing-masing juga, membuatkan masalah dosa dan zina sesuatu yang mula dipandang enteng.

Padahal penyimpangan seks iaitu zina sesuatu yang amat keji dan mesti dihindari oleh setiap Muslim sebagaimana firman Allah yang bermaksud: “Dan janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang sangat keji dan satu jalan yang sangat buruk.”

Seks adalah satu anugerah Allah yang diberikan kepada manusia sebagai satu nikmat dan perhiasan kehidupan seperti juga haiwan dan tumbuhan.

Memang patut jika manusia mempunyai ghairah seks atau keinginan untuk melempiaskan keinginan seksual itu.

Allah tidak melarang manusia melempiaskan hawa nafsunya selama mana cara yang dihalalkan, pada saat yang tidak terlarang dengan ikatan perkahwinan yang sah.

Malah Nabi seakan tidak mengaku umat kepada mereka yang punyai kemampuan untuk berkahwin tetapi meninggalkannya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Sesiapa benci dan enggan menurut sunnahku (antaranya berkahwin) maka dia bukan dari kalanganku.”

Ikatan pernikahan adalah jalan yang halal dan diiktiraf syarak untuk melepaskan kemahuan

seksnya. Ini bererti orang yang belum berkahwin jangan cuba-cuba melepaskan seksnya.

Islam satu agama yang amat hebat menampilkan cara pengawalan sangat berkesan dalam mengatasi penyakit seksual iaitu sebagaimana dalam firman Allah yang kita baca di atas iaitu perkataan “jangan kamu menghampiri zina.”

Jika menghampiri sudah dilarang dan ditegah, apa lagi melakukannya. Menghampiri maknanya apa saja perbuatan yang menjadi penyebab, pendorong, keinginan dan sebagainya adalah haram.

Sekiranya ada pendorong akan mudah datang keinginan diulit bisikan syaitan sama merelakan pula, apa lagi terjadilah perbuatan terkutuk yang saban hari kita lihat dan dengar remaja melahirkan anak luar nikah, bayi yang tidak berdosa ditemui mati di timbunan sampah, perut terburai dimakan pula sekumpulan anjing liar. Dahlah berzina, amat jijik kezaliman terhadap bayi yang tidak tahu apa-apa.

Oleh itu pergaulan bebas, berdua-duaan, berpimpin tangan, duduk rapat-rapat dan berhimpitan di atas motosikal adalah muqaddimah yang kuat mendorong berlakunya penyimpangan seksual.

Alam remaja adalah alam yang sangat mencabar sehingga disebut Nabi dalam satu senarai orang-orang ‘VVIP’ akhirat ialah remaja yang terselamat dan menyelamatkan diri daripada zina.

Maksud hadis lelaki yang apabila diajak perempuan cantik berzina lalu berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah.”

Pendidikan seks menurut Barat amat berbeza dengan Islam agama yang sangat suci ini. Masyarakat remaja Barat yang sangat bebas serta serba tidak terkawal itu hanya mengajar bagaimana mencegah supaya jangan berlaku kehamilan.

Seks adalah hak peribadi yang tidak terlarang bagi mereka. Bagi mereka hamil di kalangan

remaja berlaku kerana remaja tidak tahu seks secara selamat atau ‘save sex,’ bukannya hendak fikir salahnya berzina itu.

Pendidikan seks dalam Islam mendidik remaja bukan sahaja supaya tidak berzina tetapi juga supaya menjauhi sebab dan segala pendorong berlakunya perzinaan.

Sebab itu, mendidik mengenai syurga neraka supaya umat Islam gerun dengan ancaman neraka dan akhirnya menolak nikmat sementara supaya terselamat api neraka yang membakar selamanya.

Langkah pencegahan yang dibawa Islam ialah jaga pandangan mata dengan tidak melihat aurat jantina berlainan termasuk gambar serta filem porno, tidak berdua-duaan lelaki dan wanita yang bukan mahram ditempat sunyi, tidak bersentuhan kulit antara lelaki dan wanita termasuk bersalaman dan tidak bergaul bebas lelaki dan wanita. Sekian wassalam.

Nikmatnya khusyuk solat

Cerita kenikmatan khusyuk ini pernah seorang teman mengadu kepada saya satu petang sejurus selesai sahaja solat sambil menangis bertanya mengenai apa yang dia rasa dalam solat Asar.

Katanya, “Saya tak pernah rasa apa yang saya rasa petang ini tenang sangat hening dan syahdu.”

Dalam linangan air mata beliau bertanya adakah ini khusyuk? Saya terpaku dan rasa malu kerana dia bertanya dalam keadaan menikmati sedangkan saya hanya ada teori?

Selepas beberapa hari beliau bertanya lagi, kenapakah perasaan yang dinikmatinya tak jumpa ‘line’. Adakah dia banyak dosa? Atau susah sangat nak jumpa ‘line’.

Selepas saya beritahu beberapa tip, katanya barulah dia jawab tak lama selepas perasaan yang dia rasa dulu kerana ‘terjumpa’ dan bila sudah jumpa kaedahnya barulah dia banyak kali merasainya.

Antara tip untuk khusyuk lagi ialah:

1) Ketika solat kita mesti beritahu hati betapa bahayanya sekiranya kita tidak khusyuk. Kerana kalau tidak khusyuk nanti solat tidak punya upaya mengubah perangai dan akhlak buruk yang kita lakukan.

Dalam al-Quran Allah berfirman maksudnya: “Sesungguhnya solat itu boleh mencegah fahsya dan mungkar.” Kalau masih berterusan berdosa kita dalam keadaan bahaya. Dosa ke neraka. Solat tapi tak berubah adalah bahaya.

2) Kita mesti hadirkan tiga rasa iaitu al-tolab (dalam solat kita hendak minta-minta dengan Allah.) Sebab itulah bacaan dalam solat semuanya ada unsur meminta dengan Allah, seterusnya kena ada rasa al-khudhu iaitu rasa hina diri, apabila rukuk rasa hinanya diri lebih-lebih lagi ketika sujud, kemudian kena ada rasa al-takzim (betapa agungnya Allah).

3) Kena ada rasa bertemu dengan al-Rasul terutama ketika membaca tasyahud. Ayat yang kita baca assalaamualaika...seolah kita berada di hadapan nabi.

4) Bacaan tasyahud juga perlu digambarkan seolah kita sedang menghadap Allah.

Bacaan inilah yang dibaca oleh al-Rasul ketika menghadap Allah ketika peristiwa Israk dan Mikraj.

5) Dalam sebuah hadis Allah sangat berbangga apabila mendapati solat hamba-Nya yang khusyuk. Jadi beritahu hati kita betapa kecewanya Allah kalau kita main-main dalam solat.



Antara tip khusyuk solat selepas selesai solat ialah:

1) Kita hendaklah banyak membaca istighfar selepas selesai solat. Minta ampun kepada-Nya segala kelalaian ingatan dan perbuatan.

2) Jangan lupa berdoa lagi supaya Allah beri kekuatan untuk bersolat lebih berkualiti pada solat yang akan datang.

3) Kita juga jangan lupa perkataan salam yang kita baca sebagai penutup solat adalah janji kita mahu jadi orang yang akan menunaikan segala ikrar yang kita ucapkan ketika solat. Salam juga maknanya kita hendak menjadi orang yang selamat dan menyelamatkan.

Cakap kita tidak mengganggu orang, perbuatan kita tidak menyusahkan orang, dengan kita keluarga selamat, syarikat selamat, negara selamat dan selamat dunia akhirat.

4) Barang diingat tanda utama solat yang khusyuk ialah akhlak yang baik. Jika solat banyak tetapi akhlak tidak berubah itu indikator solat tak betul. Semoga kita khusyuk dalam solat.

Akhlak buruk di tempat mulia

NABI Muhammad s.a.w pernah bersabda kebersihan itu sebahagian daripada iman. Ini membuktikan Islam amat menitikberatkan kebersihan.

NABI Muhammad s.a.w pernah bersabda kebersihan itu sebahagian daripada iman. Ini membuktikan Islam amat menitikberatkan kebersihan.

Tidak hairan sebelum solat, umat Islam diperintah berwuduk bagi membersihkan diri daripada hadas kecil.


Begitu juga dengan pakaian, bau-bauan dan penampilan diri seperti janggut dan misai, semuanya diberi perhatian bagi melambangkan Islam itu agama kebersihan.

Namun, secara praktikal apabila melihat di sekeliling umat Islam, ia tidak melambangkan apa yang diperintahkan dalam agama.

Anda tidak perlu pergi jauh untuk melihat perkara ini. Di masjid yang dianggap rumah Allah pun, kebersihan tidak dijaga.

Bayangkan karpet berdebu, lantai berhabuk dan persekitaran tidak dijaga. Itu belum mengambil kira keadaan tandas di kebanyakan masjid dan surau yang tidak dijaga dan ada kalanya menjijikkan.

Justeru, timbul persoalan. Di mana kebersihan yang dituntut dalam Islam? Adakah ia sekadar gimik atau umat Islam mempersendakan ajaran Islam dan hadis Nabi Muhammad s.a.w?

Penceramah agama, Ahmad Shukri Yusof, berkata hadis Nabi Muhammad s.a.w mengenai kebersihan sebahagian daripada iman memberikan satu gambaran jelas terhadap aspek terbabit.

Menurutnya, keimanan memang dinilai dari aspek kebersihan, sama ada kebersihan dalaman (hati) dan luaran.

“Tetapi, sekarang ini yang berlaku agak menyedihkan, termasuk di kalangan masyarakat kita masih di takuk lama, tidak memelihara kebersihan.

“Orang kita hanya mementingkan diri sendiri, manakala orang lain dibuat tidak kisah. Sebab itu kebersihan di tempat awam terabai dan inilah yang dipanggil akhlak buruk dalam Islam,” katanya.

Beliau menegaskan, berlakunya senario seperti itu disebabkan sesetengah orang Islam memelihara agama pada perkara tertentu saja, seperti solat dan puasa, tetapi yang lain diabaikan, termasuk kebersihan.

“Ramai yang mengambil mudah aspek kebersihan. Kadangkala dari dalam kereta, dilontarkan sampah dan perbuatan itu dilihat si anak.

“Perkara ini sangat memalukan, kerana kebersihan adalah tanggungjawab bersama dan ia perlu dipupuk dari kecil,” katanya.

Aspek kebersihan memberikan gambaran awal terhadap individu dan masyarakat. Sekiranya tahap kebersihan memuaskan, baiklah gambaran orang terhadap individu terbabit secara umumnya.

Begitu juga keadaannya dengan kediaman dan persekitaran. Di masjid lebih-lebih lagi kerana menjadi mercu tanda umat Islam, sekiranya indah dan bersih akan mendapat pujian dan tarikan orang.

Ahmad Shukri yang juga Perunding Motivasi Fitrah Power Resources berkata, kebersihan di tempat awam seperti di masjid adalah tanggungjawab bersama yang perlu sentiasa dijaga.

“Di masjid, masyarakat jangan rasa selesa dan bersikap lepas tangan. Jawatankuasa pula satu hal, sepatutnya tidak kedekut untuk mengeluarkan belanja mengindahkan masjid,” katanya.

Katanya, kebersihan sebenarnya mencerminkan inti pati hati seseorang dan sekiranya satu-satu tempat tidak terjaga kebersihannya, secara tidak langsung ia melambangkan hati budi pihak terbabit.

“Memang kebersihan yang tidak terjaga menyakitkan hati kita. Di stesen minyak, contohnya, ada juga yang kurang memuaskan. Di Baitullah iaitu rumah Allah, kebersihan lebih-lebih lagi perlu dijaga kerana ia tumpuan untuk beribadat.

“Kita selalu memperkatakan mengenai kebersihan, tetapi lain pula yang diamalkan. Sepatutnya apa yang dikata dan didengar tersemat di dalam diri dan diamalkan,” katanya, sambil menegaskan orang yang gagal menjaga kebersihan menandakan kelemahan iman.

“Jika kebersihan masih tidak boleh dijaga, kena mengakulah tidak boleh menjadi Muslim yang baik.

“Ini kerana sebagai Muslim bertanggungjawab mempamerkan imej baik sejajar dengan tuntutan Islam,” katanya.

Tarikh Imtihan Tahdid Mustawa

Tarikh Imtihan Tahdid Mustawa Bagi Para Pelajar Mu`adalah Memeranjatkan.

Khamis, 06 September 2007

Khamis, 6 Ogos 2007.

Satu perjumpaan telah diadakan oleh Ketua Lajnah Pendidikan PMRAM, saudara Mohd Firdaus Bin Madzlan bersama Naib Presiden 2 PMRAM, saudara Mohd Nazim Mohd Noor bersama pihak Al Azhar di Maktab Tansiq, Kuliyah Tibb Banin bagi membincangkan beberapa perkara berkaitan dengan peperiksaan tahdid mustawa (peperiksaan khusus yang dilaksanakan oleh universiti Al-Azhar bagi meneliti tahap kemampuan para mahasiswa yang akan melanjutkan pelajaran mereka di Al-Azhar untuk terus ke tahun tiga atau empat) yang bakal dihadapi oleh seluruh pelajar mu`adalah khususnya pelajar Malaysia.

Dalam perjumpaan tersebut, beberapa makluman terbaru yang telah diterima daripada pihak universiti Al-Azhar amat membimbangkan pihak PMRAM terutamanya apabila peperiksaan tahdid mustawa yang telah dimaklumkan kepada para mahasiswa baru sebelum ini bahawa tarikh peperiksaan adalah pada 20.9.2007 akan diawalkan ke tarikh 18.9.2007.

Sehubungan itu, pihak PMRAM amat mengharapkan pihak-pihak terbabit untuk bekerjasama bagi memastikan pelajar-pelajar muadalah yang bakal menduduki peperiksaan tahdid mustawa pada 18 September ini dapat tiba di Mesir sebelum tarikh peperiksaan yang telah ditetapkan. Pihak PMRAM terpaksa akur apabila pihak universiti Al-Azhar memaklumkan bahawa mana-mana pelajar yang tidak hadir untuk menduduki imtihan pada 18 September ini, mereka akan dikira gagal tanpa ada peperiksaan ulangan kali kedua bagi mereka.

Ini akan mengakibatkan para mahasiswa yang telah mengambil tahun satu dan tahun dua di Malaysia tidak akan dapat menyambung terus ke tahun tiga di universiti Al-Azhar sebaliknya mereka perlu turun ke tahun dua sekali lagi. Begitu juga para mahasiswa yang telah mengambil tahun satu, tahun dua dan tahun tiga di Malaysia, mereka tidak akan dapat untuk melanjutkan pelajaran ke tahun empat di universiti Al-Azhar sebaliknya mereka perlu untuk menduduki sekali lagi tahun tiga di Al-Azhar.

Ini adalah kerana apabila mereka tidak mengambil peperiksaan tahdid mustawa, mereka akan dikira gagal lantas tidak layak untuk terus ke tahun yang sepatutnya.

Pihak PMRAM sangat berharap agar pihak yang bertanggungjawab dapat menyegerakan kedatangan para mahasiswa mu`adalah yang masih berada di Malaysia. Ini bagi memastikan para mahasiswa yang terbabit dapat bersedia lebih awal dan dapat menduduki peperiksaan penting ini.

Layari laman web pmram:www.pmram.org.

Projek Mencari Tiga Ribu Penderma Untuk LE 600,000

Projek Mencari Tiga Ribu Penderma Untuk LE 600,000 Dilancar

Khamis, 06 September 2007

Rasul AmatOleh: saudara Mohd Rasul Amat,
Ketua Badan Kebajikan Dan Tabung Derma PMRAM.

Apartmen ataupun syaqah pemilikan PMRAM yang disasarkan pada penghujung tahun 2007 ini merupakan suatu objektif terpenting yang ingin dicapai oleh Persekutuan Melayu Republik Arab Mesir. Ini adalah semata-mata untuk menjaga kepentingan dan kebajikan ahli berjalan dengan lancar sebagaimana yang dirancangkan. Kutipan dana apartmen terkumpul setakat ini yang telah menjangkau LE 70,000.00 dirasakan tidak mampu untuk memastikan survival perjalanan segala program dan aktiviti PMRAM dapat berjalan dengan sebaiknya. Disebalik usaha dan pelbagai perkara yang telah dan sedang dilaksanakan, PMRAM memikirkan formula lain untuk memastikan keberjayaan memiliki sebuah apartmen sekurang-kurangnya untuk memudahkan perlaksanaan program dimasa mendatang jika difikirkan dari pelbagai sudut.

Oleh yang demikian, setelah sekian lama merangka dan merancang untuk menjana kemasukan dana apartmen supaya pemilikan pusat beroperasi dan perlaksanaan segala program yang dirancangkan lebih efektif, PMRAM berdasarkan mesyuarat Badan Pengurus dan HEWI PMRAM pada 6 September 2007 telah melancarkan DERMA SUMBANGSIH DANA SYAQAH PMRAM yang mana mensasarkan sebanyak LE 600,000 yang akan disumbangkan oleh ahli-ahli PMRAM seramai 3,000 orang yang masih berada di Perlembahan Nil ini.

PMRAM akan cuba untuk mendapatkan derma dan sumbangan daripada 3 ribu orang ahli PMRAM yang mana setiap seorang akan menyumbangkan LE 200.00. Ini bermakna sekiranya PMRAM berjaya mendapatkan sumbangan LE 200.00 daripada 3 ribu orang para dermawan, hasil derma yang akan diperolehi adalah sebanyak LE 600,000.00.

Derma ini tidak lain adalah semata-mata untuk memastikan sasaran PMRAM untuk memiliki sebuah apartmen tercapai. Derma yang baru dilancarkan ini bukanlah berbentuk suatu paksaan kepada ahli. Walaubagaimanapun, PMRAM sangat menggalakkan para ahli bersama-sama menjayakan projek DERMA SUMBANGSIH DANA SYAQAH PMRAM dengan cara menghulurkan sumbangan yang akan dikira sebagai amal kebajikan yang bakal memberatkan neraca timbangan pahala di akhirat kelak.

Selain itu juga, usaha-usaha kutipan untuk Dana Syaqah yang giat dilakukan oleh sahabat-sahabat yang pulang ke Malaysia diharap masih berterusan di samping pelbagai sumbangan lain yang diharap mampu merealisasikan hajat PMRAM untuk memiliki sebuah pejabat dan dewan bagi meringankan dan menjimatkan pengeluaran wang PMRAM.

Dalam masa yang sama, pengeluaran wang PMRAM yang sehingga ke hari ini terpaksa dikeluarkan bagi menanggung kos sewaan pejabat yang tinggi sedikit sebanyak merencat usaha-usaha PMRAM membantu kebajikan ahli dengan lebih efektif. Walaupun di sana terdapat banyak halangan dari pelbagai sudut untuk memastikan ketidakberjayaan segala program yang disusun, pihak PMRAM juga tidak akan membiarkan segala perancangan yang disusun rapi itu digagalkan walau dengan apa cara sekalipun.

Oleh yang demikian itu, kepada sahabat-sahabat yang ingin menghulurkan sumbangan untuk DERMA SUMBANGSIH DANA SYAQAH PMRAM ini bolehlah dapatkan borang khas yang akan diserahkan pada Yang Di Pertua, Pengerusi atau Unit Kebajikan BKAN dan DPM masing-masing atau boleh dapatkannya terus di pejabat PMRAM dan Markaz HEWI PMRAM melalui Badan Pengurus dan AJKT HEWI yang bertugas. Anda juga boleh terus mendapatkannya pada saudara Mohd Rasul Bin Amat selaku Ketua Badan Kebajikan dan Tabung Derma PMRAM saudari Rosmaizan Bt Ramli selaku pemangku Ketua Unit Kebajikan dan Tabung Derma HEWI PMRAM.

Harapan kami semoga pelancaran derma kilat DERMA SUMBANGSIH DANA SYAQAH PMRAM ini sedikit sebanyak memberikan sinar harapan agar impian kita bersama untuk mendapatkan apartmen operasi PMRAM akan berjaya.

Sila layari laman web Pmram : www.pmram.org

Thursday, September 06, 2007

Ziarah Kubur 1

Ziarah kubur adalah perkara yg disunatkan kepada org lelaki. Ini berdasarkan kepada Hadis Nabi berikut:

"Aku dahulu telah melarang menziarahi kubur; maka sekarang hendaklah kamu menziarahinya."(HR Muslim)

Adapun Ziarah kubur bg wanita terdapat perbezaan pendapat sperti berikut: 1. Haram. Berdasarkan hadis Nabi berikut:
"Allah sangat melaknat wanita2 yg menziarahi kubur"(HR Abu Daud)

2. Harus berdasarkan hadis berikut:
Nabi lalu dekat seorang wanita yg menangis di tepi kubur. Lalu baginda berkata "Bertakwalah dan bersabarlah"(HR BUkhari)

Nabi tak melarangnya menziarahi kubur tapi Nabi hanya suruh dia bersabar terhadap apa yg terjadi,,,

Saidatina 'Aisyah bertanya "Apa yg perlu aku ucapkan semasa menziarahi kubur?" Lalu Nabi menjawab ".......(HR Muslim)

Ini menunjukkan dibenarkan wanita menziarahi kubur. Adapun hadis yg melarang diatas adalah untuk wanita yg tidak menjaga adab pemakaian dan wanita yg meraung di kubur. Ini kerana kebiasaannya wanita tidak mampu untk menahan kesdihannya. Pendapat ini adalah yg lebih kuat.

Rujukan : Tahzib MIsykah oleh ustaz NUruddin.
Dipetik dari blog :Ustaz Salman Maskuri

Tuesday, September 04, 2007

Wasiat Sahabat Buat Sahabat

Wasiat Abu Bakar kepada Umar

Ibnu Asakir mengeluarkan dari Salim bin Abdullah bin Umar, dia berkata, "Ketika Abu Bakar menghadapi ajalnya, maka dia menulis wasiat, yang isinya:

'Bismillahir- rahmanir- rahim. Ini adalah surat wasiat dari Abu Bakar pada akhir hayatnya di dunia, yang bersiap-siap hendak keluar dari dunia, yang merupakan awal masanya menuju ke akhirat dan yang bersiap-siap untuk memasuki akhirat, yang pada saat-saat seperti inilah orang kafir mau beriman, orang durhaka mau bertakwa dan pendusta mau menjadi jujur, aku telah memilih pengganti sesudahku, yaitu Umar bin Al-Khaththab. Kalau dia berbuat adil, maka memang itulah yang kuharapkan darinya. Namun jika dia semena-mena dan berubah, maka kebaikanlah yang kuinginkan dan aku tidak mengetahui yang gaib. Adapun orang-orang yang berbuat aniaya akan mengetahui di mana mereka akan dibalikkan.'

Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 3:146. Ibnul-Mubarak, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Jarir dan Abu Nu'aim meneluarkan dari Abdurrahman bin Sabith, dia berkata, Sebelum ajal tiba, Abu Bakar memanggil Umar, lalu dia berkata kepadanya,

"Wahai Umar, bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa Allah telah menetapkan amalan yang harus dikerjakan pada siang hari, dan Dia tidak menerimanya jika dikerjakan malam hari, dan Allah telah menetapkan amalan yang harus dikeriakan pada malam hari, dan Dia tidak menerimanya jika dikerjakan pada siang hari. Sesungguhnya Allah juga tidak nienerima yang sunat sebelum yang wajib dikerjakan."

Begitulah yang disebutkan di dalarn Al-Kanzu, 4:363. Ibnu Sa'd mentakhrij dari AI-Muththalib bin As-Sa'ib bin Abu Wada'ah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Abu Bakar menulis surat kepada Arw bin Al-Ash, yang isinya: 'Aku sudah menulis surat kepada Khalid bin AI-Walid agar dia bergabung ke pasukanmu dan mernbantumu. Jika dia sudah datang, inaka hergaullah yang baik, jangan merasa lebih tinggi darinya, jangan memutuskan perkara sendirian karena engkau merasa lebih tinggi darinya dan dari yang lain, berrnusyawarahlah dan janganlah berselisih dengan mereka. Begitulah yang disebutkan di dalam AI-Kanzu, 31133.

Dibelit Ular ketika Berzina..

"Ambillah iktibar dari kisah benar ini..

Melihat pendedahan yang dibuat oleh sebuah stesen televisyen swasta baru-baru ini mengenai anak bangsa kita yang melakukan perbuatan terkutuk di dalam hutan terutamanya di pusat-pusat perkelahan mengingatkan. ......... ....

Pengalaman saya berhadapan dengan sepasang tunang yang mengadu menghadapi masalah besar beberapa tahun lalu," beritahu Ustaz Abdullah Mahmud, penceramah bebas yang dikenali ramai. Tambahnya, beliau memang tidak hairan dengan pendedahan tersebut kerana sepanjang menjadi penceramah, kaunselor dan merawat orang, dia didatangi oleh golongan remaja yang mengadu menghadapi masalah akibat terlanjur terutamanya si wanita yang mengandung setelah berzina di merata tempat tak kira hutan, hotel, rumah kosong, dalam semak, kereta dan sebagainya.

"Adakalanya saya menitiskan air mata apabila mengingatkan pergaulan bebas anak muda kita yang makin menjadi-jadi. Mereka ini langsung sudah tidak takut bala Tuhan. Mereka sudah tidak dapat membezakan antara halal dan haram," tegas beliau dengan nada kesal.
Berbalik kepada pasangan tunang yang datang menemui beliau di pejabatnya di Batu Caves, Selangor ketika itu, Ustaz Abdullah menjelaskan pasangan itu yang berumur lingkungan pertengahan 20-an itu datang untuk meminta pertolongannya. "Apa yang boleh saya bantu encik?" Tanya Ustaz Abdullah kepada mereka. Si lelaki kelihatan malu-malu untuk menceritakan masalahnya manakala si perempuan mencubit paha lelaki itu mungkin meminta agar segera menceritakan masalah mereka.

Ustaz Abdullah yakin masalah yang dihadapi oleh pasangan itu agak berat kerana berdasarkan pengalaman, lazimnya hanya mereka yang menghadapi masalah besar saja akan pergi menemui kaunselor atau ustaz bagi mencari jalan agar kekusutan yang dialami mereka terlerai. "Ustaz...macam ini, saya dan tunang saya ada masalah sikit. Ketika tidur, saya selalu nampak ular dalam rumah. Begitu juga dengan tunang saya. Seringkali ketika tidur, tunang saya menjerit-jerit. Dia kata ular besar datang membelitnya.

"Saya sendiri sudah takut hendak masuk di dalam semak kerana sering terbayang ada ular," beritahu lelaki itu ringkas. Mendengar masalah itu, Ustaz Abdullah termenung sejenak. Dia merenung memikirkan "penyakit" aneh yang dihadapi oleh pasangan itu. "Awak pernah pukul ular ke?" Ustaz Abdullah mengajukan soalan rambang . Bagaimanapun lelaki itu menggeleng kepala sambil memberitahu dia tidak pernah memukul ular. Lelaki itu turut memberitahu dia dan tunangnya jadi fobia kepada ular dan akibat itu badan mereka menjadi lemah tidak bermaya akibat sering terkejut.

Mereka juga menyatakan telah pergi menemui beberapa orang bomoh meminta air penawar agar kelibat ulat tidak tergambar lagi dalam bayangan matanya tetapi semuanya tidak menjadi. "Selalunya kalau jadi macam ni, pasti ada sebabnya. Kalau tidak ada sebab tertentu, setahu saya perkara seperti ini tidak akan berlaku tambahan lagi berdasarkan pengamatan saya, awak berdua bukan terkena sihir," kata Ustaz Abdullah yang menyedari pasangan tunang itu cuba menyembunyikan cerita yang sebenar kepadanya.

Namun lelaki itu tetap berkeras menyatakan mereka tidak pernah melakukan sesuatu kesalahan seperti memukul ular dan sebagainya." Tak perlu hendak malu. Saya hendak tahu ini pun, bukannya saya bermaksud hendak campur hal encik tapi dengan mengetahui puncanya, mudahlah sikit saya berikhtiar kalau-kalau ada serasi, Allah akan makbulkan permohonan kita," pujuk Ustaz Abdullah lagi.

Sebaik saja mendengar kata-kata itu, wajah mereka tiba-tiba berubah. Si perempuan pula tiba-tiba menitiskan air mata manakala yang lelaki tunduk ke bawah memandang lantai. Dia kelihatan malu untuk bertentangan mata dengan Ustaz Abdullah. "Macam ini Ustaz, sebenarnya saya kena belit ular sawa setahun yang lalu, sejak itu saya mengalami masalah ini, sering diganggu dengan bayangan ular. Tunang saya juga kena belit ular," akui lelaki itu agak mengejutkan Ustaz Abdullah.

Ustaz Abdullah yang tidak begitu faham dengan penjelasan itu terus bertanya kepada mereka bagaimana cerita yang sebenarnya. Barangkali setelah yakin dengan keikhlasan Ustaz Abdullah untuk membantu, akhirnya pasangan itu menceritakan segala-galanya. Cerita lelaki itu, kejadian itu berlaku sebelum mereka bertunang. Pada suatu hari, mereka yang mengaku bekerja di sebuah syarikat yang sama di Shah Alam, Selangor mengatur janji untuk pergi ke sebuah tempat perkelahan di Selangor. Mereka yang kebetulan bekerja syif malam telah mengambil keputusan untuk pergi pada hari biasa kerana pada hari tersebut orang tidak ramai maka mudahlah mereka bermadu asmara dan bercengkerama.

Menurut lelaki itu lagi, sebelum itupun, mereka pernah pergi ke situ pada hujung minggu. Bagi mereka, pada hujung minggu tidak sesuai kerana, pengunjung terlalu ramai, maka menyukarkan mereka untuk bercumbu rayu. Itupun mereka memilih tempat terlindung tetapi tidak terlepas daripada gangguan pemuda-pemuda yang suka mengendap. "Hanya dua bulan perkenalan, kami sudah terlanjur. Ketika saya dibelit ular tempoh hari, saya berkenalan dengan tunang saya ini sudah enam bulan.

Banyak kali sudah kami melakukan perbuatan terkutuk itu," nyata lelaki itu sambil menangis. Sebaik saja sampai di kawasan perkelahan yang mempunyai sebatang anak sungai itu, dia menyorokkan motosikal di dalam semak. Manakala tempat mereka bersama terlindung di sebalik pokok balak berhampiran gigi air sungai. Pada tengahari itu memang sunyi. Seorang manusia pun tidak kelihatan.

Bukan main seronoklah mereka berdua kerana dapat bermadu kasih tanpa gangguan, meskipun terbit rasa bimbang kalau ada yang mengintip di sebalik semak atau diserbu pihak berkuasa tapi perasan rindu dendam yang membara mengatasi segala-galanya. Di situ, pada mulanya mereka berbual-bual sambil berpegangan tangan. Kemudian melarat ke bahagian lain pula. Seterusnya nafsu mula menguasai diri masing-masing. Berbekalkan kertas suratkhabar, ia dijadikan alas untuk mereka berbaring. Pakaian si perempuan dilucutkan satu demi satu, selepas itu yang lelaki pula menanggalkan pakaian.

Mereka bercumbu rayu dan terus berzina tanpa menyedari di dalam rumpun semak di hujung kaki mereka berlengkar seekor ular sawa sebesar paha orang dewasa sedang mengeram. "Kami tak sedar ada ular. Tengah-tengah buat benda tu, kaki saya tertendang ular itu menyebabkan dengan pantas ia terus menyerang dan membelit kami berdua. Ia berlaku dengan pantas sekali, tidak sempat kami hendak melarikan diri," cerita lelaki itu dengan perasaan kesal. Akibat belitan ular sawa itu, mereka berdua merasakan ajal mereka akan tiba pada bila-bila masa kerana setiap kali mereka meronta, semakin kuat ular itu menjerut tubuh mereka.
"Saya menjerit sekuat hati meminta tolong. Perasaan malu sudah tidak ada lagi dalam diri saya pada masa itu. Yang penting, nyawa kami harus diselamatkan dan pada masa yang sama, saya semakin sesak nafas kerana belitan ular itu yang sungguh kuat dan mulutnya terngaga luas seperti tidak sabar-sabar hendak menelan saya," beritahunya tanpa segan silu lagi. Keadaan kekasihnya semakin lemah. Mukanya pucat lesi seperti sudah kehilangan darah. Lelaki itu tidak mampu berbuat apa-apa. Kudratnya tidak terdaya menandingi ular besar itu.

Dalam keadaan cemas, tiba-tiba muncul seorang pemuda dari sebalik semak sambil memegang sebatang kayu untuk memukul kepala ular itu yang hendak membaham kepala lelaki tersebut. Pemuda itu teragak-agak untuk memukul kepala ular sawa itu mungkin bimbang kalau terkena kepala lelaki itu. "Saya menjerit dan merayu agar ditolong dengan nada yang tersekat-sekat kerana sesak nafas. Kemudian pemuda itu dengan laju menghayun kayu sebesar betis itu beberapa kali mengenai kepala ular tersebut.

"Akhirnya, ular itu terkulai dan belitannya terurai. Saya tidak mampu bergerak lagi manakala kekasih saya pengsan. Pemuda itu memakaikan semula baju kami. Kemudian dia pergi meminta bantuan orang untuk menghantar kami ke hospital. Dia hanya seorang diri. Saya tidak pasti siapa pemuda itu dan dari mana dia datang. Saya syak mungkin pada mulanya dia sedang mengintai saya buat "projek," cerita lelaki itu lagi. Akibat belitan ular tersebut, pasangan itu mengalami kecederaan agak teruk iaitu si lelaki patah satu tulang rusuknya manakala kekasihnya patah dua batang tulang rusuk.

Empat bulan selepas kejadian itu, mereka melangsungkan pertunangan dan merancang untuk berkahwin dalam masa terdekat setelah didesak oleh keluarga yang mengetahui kejadian itu. Bagi mereka, masalah sering dihantui oleh bayangan ular lebih perit daripada menanggung kesakitan akibat patah tulang rusuk. Akibat "badi" itu, tidur malam mereka terganggu setiap malam dan walau kemana sekalipun berada,mereka terbayang berhampiran mereka ada banyak ular. Mendengar penjelasan lelaki itu, fahamlah Ustaz Abdullah apa sebenarnya yang terjadi. Namun sebelum merawat pasangan itu, beliau telah menasihatkan mereka agar bertaubat kerana telah melakukan perbuatan zina.

Ustaz Abdullah juga memberitahu mereka, berkemungkinan peristiwa dibelit ular itu adalah balasan Tuhan di dunia di atas perbuatan mereka itu. "Awak berdua patut bersyukur. Saya rasa Allah sayangkan awak berdua. Dia bagi azab kecil kepada awak berdua mungkin supaya awak insaf dan segera bertaubat. Kalau nak ikutkan, ramai orang berzina tetapi Allah tidak mahu menunjukkan balanya di dunia ini, maka kerana tidak pernah dijatuhkan bala itu, mereka ini berterusan melakukan zina," nasihat beliau membuatkan pasangan itu menangis tersedu-sedu sambil berjanji akan bertaubat serta berkahwin secepat mungkin.

Ustaz Abdullah memberi sebotol air penawar. Air itu digunakan untuk mandi dan minum. Di samping itu, Ustaz Abdullah menasihatkan pasangan itu agar sering mengingati Tuhan semoga penyakit fobia mereka hilang. Mereka pulang dengan wajah riang dan tidak lama kemudian lelaki itu menghubungi Ustaz Abdullah memberitahu mereka berdua telah sembuh sepenuhnya dan menjemput beliau hadir ke majlis perkahwinan mereka.

DIRIWAYATKAN OLEH IBNUL JAUZI BAHAWA :
"SESUNGGUHNYA NERAKA JAHANAM MEMILIKI TUJUH BUAH PINTU. YANG PALING MENAKUTKAN, PALING PANAS DAN PALING BUSUK BAUNYA ADALAH PINTU YANG DIPERUNTUKKAN KEPADA PARA PENZINA YANG MELAKUKAN PERBUATAN TERSEBUT SETELAH MENGETAHUI HUKUMNYA."

TAUBAT SEORANG LELAKI

TAUBAT SEORANG LELAKI
Suatu malam yang hening, kelihatan seorang lelaki berjalan-jalan di sekitar Madinah dalam keadaan lapar. Dia berhenti di luar sebuah rumah kerana terhidu bau makanan. Imannya belum cukup kuat untuk membuat pertimbangan yang waras dalam menyuluh tindak tanduknya. Kerana terliur dengan makanan itu, dia menyusup masuk ke dalam rumah tanpa izin tuan rumah tersebut.

Melihat makanan yang menyelerakan di satu sudut rumah, dia segera mencapainya. Tetapi tiba-tiba dia teringatkan sesuatu. Kata-kata yang didengarnya daripada Rasulullah s.a.w dalam satu majlis ilmu di Masjid Nabi siang tadi terlintas dibenaknya. Rasulullah berpesan, "Barangsiapa meninggalkan yang haram, dia akan mendapat yang halal." Mengingatkan kata-kata itu, dia tidak jadi untuk mengambil makanan tadi. Dia hendak segera beredar, tetapi ada godaan lain pula. Telah terlihat olehnya barang kemas. Kalau dia ambil, tentu tidak ada siapa tahu. Segera barang kemas itu digenggamnya. Namun sekali lagi niat jahatnya dimatikan. Teringat lagi dia kepada pesan Rasulullah s.a.w, "Tinggalkan yang haram, dapat yang halal."

Diletak kembali barang yang berharga itu. Haram mengambil barang milik orang lain. Namun, sebelum dia beredar...datang lagi satu godaan yang lebih besar. Dadanya berdebar kencang apabila melihat seorang wanita cantik sedang lena tidur di kamar peraduannya. Pintu kamar itu dilangkah masuk. Wanita itu dirapatinya. Tangannya menggeletar, peluh memercik membasahi tubuh. Nafsu membisikkan kata-kata indah untuknya. Berlaku perebutan nafsu dan bisikan kata-kata Rasulullah s.a.w, " Tinggalkan yang haram, akan dapat yang halal."
Akhirnya dia beristighfar dan perlahan-lahan beredar. Berkat pesanan Rasulullah s.a.w yang melekat di sanubarinya, dia berjaya mematahkan keinginan nafsunya. Kelegaan yang amat sangat terasa di hatinya apabila keluar dari rumah wanita tadi dan kemudian memijakkan kaki di Masjid Nabi.

Kerana berjaya dalam peperangan sengit mengalahkan nafsu yang mengajak kepada yang haram, dia diberi ketenangan yang luar biasa oleh Allah SWT.Seketika kemudian, subuh tiba. Selepas solat subuh berjemaah, lelaki itu merebahkan diri di masjid kerana terlalu mengantuk akibat berjaga semalaman. Apabila matahari telah meninggi, seorang wanita datang bertemu dengan Rasulullah s.a.w di masjid. Dia mengadu rumahnya dimasuki orang. Dia takut diganggu lagi, lalu memohon mendapakan seorang pengawal yang dapat menjaga harta bendanya. Setelah ditanya, rupanya si wanita itu seorang janda. Baginda memandang sekeliling kalau-kalau ada orang yang dapat menjaga wanita itu. Melihat lelaki yang sedang lena di suatu sudut masjid, baginda menemuinya. Ditanyakan siapakah gerangannya dan adakah dia telah beristeri. "Saya seorang duda," jawab lelaki itu yang hidupnya kurang terurus selepas kematian isterinya. Baginda bertanya apakah kedua-dua janda dan duda itu bersetuju untuk dijodohkan. Mereka berdua tersipu malu.

Kerana terharu dengan pilihan Rasulullah s.a.w dan teringat perbuatannya malam tadi, lelaki itu tidak dapat menahan diri daripada menangis lalu menceritakan apa yang sebenarnya berlaku di rumah wanita tersebut. Lalu, dia bertaubat. Akhirnya Rasulullah s.a.w berkenan menikahkan lelaki dan wanita itu dengan disaksikan oleh para Sahabat. Demikianlah, berkat meninggalkan yang haram, dia mendapat yang halal sebagai gantinya. Kini, wanita cantik itu dan segala di dalam rumah itu menjadi halal baginya.

Kasih Tauladan Monyet

Kasih Tauladan Monyet

Maafkan saya kerana saya tidak bijak mengarang. Saya
bukan penulis. Apa yang saya yngin ceritakan pun
hanyalah tetang monyet, haiwan yang sering jadi bahan
sendaan kita, bukannya tentang wang, saham, barang
kemas, kekasih yang jelita mahupun banglo besar. Saya
tidak bijak bercerita tentang itu

Baru-baru ini saya ke Negeri Sembilan untuk
mengunjungi rumah seorang saudara. Sewaktu kereta
melalui hutan rekreasi Hulu Bendul di kuala Pilah, nun
di depan sana ,saya lihat ada sekumpulan monyet
mundar-mandir di sisi jalan yang sibuk. Ia seperti
terburu-buru untuk melintas.

Saya terus memandu dan sewaktu kereta semakin
hamper,saya terkejut kerana ada seekor monyet
menggeletik di atas jalan. Ia baru dilanggar salah
sebuah kereta di hadapan saya. Pantas saya menekan
brek dan memperlahankan kereta.

Kereta semakin hamper dan dada ini berdebar apabila
melihat monyet itu terus menggelupur dan
menghempas-hempas ke atas jalan. Kakinya
terketar-ketar. Di sisinya ada darah dan cebisan
daging.

Tapi paling menyentak perasaan saya ialah apabila
melihat perutnya yang buncit itu terburai, dan dari
celah luka besar itu tersembul sesuatu berwarna
kelabu. Tahukah pembaca, benda apakah yang saya lihat
itu?

Benda kelabu itu adalah anak yang masih dalam
kandungannya!

Pada ketika itu saya terasa tubuh ini menggeletar.
Saya pasti, si ibu monyet tadi akan mati sebentar
lagi. Begitu juga dengan anaknya, nyawanya melayang
sebelum sempat melihat wajah ibu.

Sebaik melintasinya, saya pandang cermin sisi dan
belakang. Saya nampak kawanan monyet tadi bercempera.
Ia berlari-lari mendapatkan si ibu tadi, tapi kemudian
bertempiaran semula ke tepi jalan kerana hamper saja
dilanggar kenderaan yang lalu-lalang.

Mungkin kepada pembaca sekalian, apalah ada pada nyawa
seekor monyet.

Ia hanya monyet. Haiwan hodoh. Hidupnya di hutan,
tidak setaraf dengan manusiawi.

Tapi tidak kepada saya. Pulang bercuti, saya terus
catatkan surat ini, kerana peristiwa yang saya
sebutkan tadi sebenarnya telah mengingatkan saya
kepada sebuah peristiwa yang berlaku pada awal
1990-an.

Ketika itu usia saya masih di awal 20-an. Hari itu,
saya diajak oleh seorang bapa saudara untuk memburu di
hutan berhampiran rumah. Saya bukanlah minat memburu,
tapi daripada bosan terperap di rumah, saya terima
ajakan bapa saudara saya tadi.

Masih saya ingat, beberapa jam berburu,matahari pun
sudah meninggi, tapi tiada seekor haiwan pun melintas
di hadapan kami. Pelanduk, napuh, rusa, ayam hutan dan
burung yang selalu berlegar di hutan itu, seolah-olah
bersembunyai jauh dari kami. Hutan itu sepi.

Saya bertambah rimas, pak cik pula saya lihat mula
kecewa. Hari kian beranjak petang, pak cik
menepuk-nepuk senapang Relanya. Kata pak cik, "Kita
balik ajalah, hari ni tak ada apa-apa.Mungkin esok ada
habuan."

Kami berjalan pulang, tapi selang dua tiga puluh
langkah, kami terdengar suara riuh-rendah di sebalik
pokok-pokok besar di hadapan kami. Saya mengamati
suara itu, ternyata ia dating dari sekawan monyet yang
sedang memakan buah-buah hutan.

Saya perhatikan pak cik begitu berminat memerhatikan
haiwan itu. Di bibirnya ada sebaris senyuman. Senyuman
yang saya faham benar maksudnya.

Adakah pak cik hendak menembak monyet-monyet itu?

"Haa. Pak cik nak tembak ibunya, lepas tu pak cik nak
ambil anaknya, nanti boleh bela," begitu jawapan pak
cik.

Masih saya ingat juga, saya beberapa kali mendesak pak
cik supaya membatalkan hasratnya itu, tapi gagal. Saya
gagal mengendurkan niatnya.

Tidak akan saya lupa kata-kata pak cik petang itu,
"daripada balik tangan kosong? " lalu dia mengacukan
senapangnya ke arah kawasan monyet tadi, dan ?
DAMMM!!!

Demi berdentum saja senapang, bercempera dan
lintang-pukang monyet-monyet tadi menyelamatkan diri.
Hutan itu riuh dengan bunyai ranting patah serta jerit
pekik haiwan berkenaan.

BUUUPP! Ada suatu benda yang jatuh ke tanah.

Saya terpandang seekor ibu monyet jatuh berdekatan
kami. Saya dan pak cik terus mendapatkannya. Dari
perutnya bercucuran darah pekat. Anaknya yang tidak
mengerti apa-apa terlepas dari pelukan, tercampak
tidak jauh dari ibunya sambil menjerit-jerit.

Si ibu merengus-rengus memanggil anaknya dengan lemah.
Ia cuba bangun dengan besusah payah sambil tangannya
mencapai akar-akar pokok untuk mendekati anaknya.
Sebelah tangan lagi menekap perut yang masih berdarah.
Ia berusaha melangkah tapi terjatuh semula. Digagahi
lagi sambil berguling-guling ke arah anaknya. Si anak
yang baru pandai berjalan jatuh, bangun mendapatkan
ibunya.

Si anak itu terus saja memeluk ibunya yang kesakitan.
Masih terbayang jelas di ingatan saya bagaimana si ibu
monyet tadi memegang tubuh dan menatap wajah anaknya
puas-puas, kemudian dicium berkali-kali.

Setelah itu dibawa si anak ke dada lalu disuakan
susunya. Saya dan pak cik terdiam melihat si anak
mengisap susu manakala ibunya mengerang-ngerang
perlahan seakan memujuk sambil menahan sakit.

Hati saya tersentuh. Betapa si anak yang baru melihat
dunia tidak tahu bahawa ibu tempat dia bermanja akan
pergi buat selama-lamanya. Saya tidak mampu menyelami
fikiran ibu monyet tadi, tapi mungkin ia ingin memeluk
anaknya buat kali terakhir, sepuas-puasnya, kerana
selepas ini ibu akan pergi.

Ibu tidak akan dapat memelukmu lagi apabila kau
kesejukan, menyuap mulutmu bila kau merengek
kelaparan, juga melindungimu bila kau kepanasan.

Mata si ibu monyet itu memandang ke arah kami.
Tangannya memeluk erat si anak seolah-olah enggan
melepaskannya, biarlah ia mati bersama anaknya.

Matanya saya lihat digenangi air, masih tidak lepas
memandang kami dengan pandangan sayu, mungkin ingin
menyatakan betapa kejamnya manusia.

Dosa apakah yang aku lakukan hungga aku ditembak?

Salahkah aku bebas ke sana ke mari di bumi indah
ciptaan Allah ini?

Tubuh ibu monyet itu berlumuran darah, begitu juga
dengan si anak yang masih di pelukannya. Beberapa
detik kemudian, dengan tenaga yang masih berbaki, kami
lihat si ibu mencium anaknya untuk ke sekian kalinya.
Perlahan-lahan tubuhnya terkulai ditanah, bisa penabur
dari muncung senapang pak cik tadi tidak dapat
ditanggung lagi.

Si anak menjerit-jerit memanggil ibunya supaya bangun
dan melarikan diri dari situ, tapi si ibu sudah tidak
bernyawa lagi. Puas menjerit, si anak tadi menyusu
semula.

Di saat itu perasaan saya terlalu sebak. Saya
perhatikan pak cik, dia beberapa kali menggetap bibir
cuba menahan air matanya daripada tumpah ke pipi.

Tapi bila melihat si anak monyet tadi menjerit dan
menggoncang- goncang tubuh ibunya, akhirnya air mata
kami tumpah juga. Saya betul-betul kesal dengan apa
yang berlaku.

Susana sunyai kembali. Si anak monyet itu kami rangkul
dan bawa pulang, Biarpun ia terus menjerit-jerit dan
enggan berpisah dengan ibunya yang telah mati.

Di dalam kereta saya hanya mendiamkan diri. Begitu
juga pak cik. Pada ketika itu saya dapat merasakan
betapa kejamnya kami kerana membunuh satu nyawa yang
tidak berdosa. Biarpun monyet itu hanya haiwan yang
hodoh, tapi mereka juga ada perasaan, ada rasa kasih
kepada anak, rasa saying kepada ibu. Tapi kita
manusia??

Mana hilangnya akal waras kami?

Selang dua minggu kemudian, anak monyet tadi mengikut
jejak ibunya. Pak cik memberitahu saya, anak monyet
itu tidak mahu makan dan asyik menjerit-jerit sahaja.
Mungkin ia rindukan ibunya. Apabila malam, keadaannya
bertambah teruk, dan akhirnya mati.

Kini saya sudah bekerja dan berumah tangga. Peristiwa
tadi sudah saya ceritakan kepada anak dan isteri saya
agar mereka mengerti bahawa haiwan juga punya
perasaan. Yang kejam adalah manusia, walaupun kitalah
satu-satunya makhluk yang Tuhan anugerahkan akal
fikiran.

Tidak lupa saya memberitahu mereka betapa agung dan
sucinya kasih sayang ibu.

Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah pesan Nabi tatkala memasuki Ramadhan.

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan- Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.

Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .

Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).